logo

Vokasi

LPP Agro Nusantara Selenggarakan 100 Kelas Pelatihan Sawit

LPP Agro Nusantara Selenggarakan 100 Kelas Pelatihan Sawit
Sebanyak 119 pekebun sawit swadaya yang berasal dari Kabupaten Asahan dan Batubara mengikuti pelatihan yang LPP Agro Nusantara dan BPDP di Medan, Selasa-Minggu (23-28/6/2026). Pada 2026, LPP Agro Nusantara dipercaya menjalankan 100 kelas dengan total 3.022 peserta di 7 provinsi. (EDUWARA/Dok. LPP Agro Nusantara)
Setyono, Vokasi29 Juni, 2026 18:50 WIB

Eduwara.com, JOGJA – Bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Agro Nusantara menyelenggarakan 100 kelas pelatihan untuk meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) perkebunan. Pada 2026, LPP Agro Nusantara dipercaya menjalankan 100 kelas dengan total 3.022 peserta di 7 provinsi.

Salah satu kelas pelatihan diselenggarakan di Medan, dan melibatkan 119 pekebun sawit swadaya yang berasal dari Kabupaten Asahan dan Batubara. Pelatihan yang dimulai pada Selasa (23/6/2026) ini berlangsung selama enam hari dan resmi ditutup pada Minggu (28/6/2026).

Kordinator pelatihan, yang merupakan Subject Matter Expert LPP Agro Nusantara, Afiffurroyan Aflah Akmal, menerangkan tujuan program adalah melatih petani perkebunan kelapa sawit untuk mempelajari praktik budidaya yang baik. 

Data nasional menunjukkan pekebun swadaya mengelola 40 persen lahan sawit dan menyumbang 30-35 persen produksi CPO. Namun produktivitasnya masih di bawah ideal, sehingga pelatihan ini menjadi langkah penting menyamaratakan pemahaman budidaya.

Para peserta dibagi dalam 4 kelas dan mendapatkan pendampingan dalam meningkatkan keterampilan dan kemampuan pekebun sawit swadaya.

“Produktivitas pekebun swadaya masih jadi isu strategis,” kata Afiffurroyan.

Usai mendapatkan pelatihan, peserta kemudian diajak fieldtrip ke PT Adolina Perbaungan pada Sabtu (27/6/2026) untuk melihat langsung praktik terbaik di lapangan.

Pelatihan dibuka oleh Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara, Muhammad Yusuf Lubis. Ia menargetkan peserta pulang dengan kemampuan praktik budidaya yang baik, dari persiapan lahan sampai perawatan tanaman. Melalui pelatihan ini pula, BPDP ingin menyamaratakan praktik budidaya yang baik agar hasil panen lebih optimal dan berkelanjutan.

Salah satu peserta asal Kabupaten Asahan, mengaku selama ini dirinya membutuhkan ilmu yang langsung bisa dipakai di kebun.

"Dengan pelatihan ini, harapannya produktivitas kami naik dan hasil CPO bisa lebih baik,” ungkapnya.

Read Next