logo

Kampus

Mahasiswa UGM Gunakan Ngengat Lilin untuk Urai Sampah Plastik

Mahasiswa UGM Gunakan Ngengat Lilin untuk Urai Sampah Plastik
Tim Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta memanfaatkan hama ngengat lilin untuk mengurai sampah plastik di Gunungkidul. Sampah plastik dan ngengat lilin adalah dua hal yang menjadi masalah di Dusun Banaran I, Desa Banaran, Kecamatan Playen, Gunungkidul. (EDUWARA/Dok. UGM)
Setyono, Kampus04 Oktober, 2022 22:48 WIB

Eduwara.com, JOGJA – Sampah plastik dan ngengat lilin adalah dua hal yang menjadi masalah di Dusun Banaran I, Desa Banaran, Kecamatan Playen, Gunungkidul. Namun di tangan Tim Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, hama ngengat lilin ini dimanfaatkan sebagai pengurai plastik di Gunungkidul.

Tim PKM-PM yang mencetuskan kreatifitas ini terdiri dari lima orang. Mereka adalah Vegi Sylvia Wardhani dan Iqbal Wahdan Salsabil dari Fakultas Peternakan, Febrianto Al-Husein (Fakultas MIPA), Fiana Eka Aprilia, dan Vincentius Andri Kiranu Pasquale (Fakultas Kehutanan).

"Ide ini muncul saat melihat kondisi lingkungan dusun akan tingginya sampah plastik. Kami kemudian memanfaatkan hama ngengat lilin (Galleria mellonella) pada lebah sebagai agen pendegradasi plastik terutama jenis polietilen yang sangat sulit terurai di tanah," kata  Vegi Sylvia Wardhani mewakili rekan-rekannya, Selasa (4/10/2022).

Potensi sampah plastik di Dusun Banaran I memang dinilai sangat tinggi. Dari 715 jiwa penduduk, sampah plastik yang dihasilkan sebanyak 169,92 Kg/hari. Namun, dari jumlah tersebut, hanya 10 persen yang dapat diangkut setiap minggu ke TPS terdekat yang berjarak 8 km dari dusun.

"Sisa dari sampah tersebut biasanya dibakar atau ditimbun begitu saja sehingga menimbulkan pencemaran pada lingkungan," jelasnya.

Selain permasalahan plastik, warga juga dihadapkan pada masalah lainnya yang, yaitu serangan hama ngengat lilin pada sarang lebah.

Seperti diketahui, Dusun Banaran I merupakan salah satu wilayah di Gunungkidul yang warganya bermata pencaharian sebagai peternak lebah. Hama ngengat lilin akan menyerang sarang lebah pada saat musim panen tiba. Serangan ini dapat berakibat fatal, yaitu gagalnya panen oleh para peternak.

"Hama ngengat lilin oleh para peternak biasanya hanya dimusnahkan dengan cara dibakar. Padahal berdasarkan penelitian yang ada hama ngengat ini dapat dimanfaatkan untuk mengurai sampah plastik terutama plastik," paparnya.

Dengan melihat kondisi di Dusun Banaran I, kelima mahasiswa UGM tersebut bergerak mewujudkan ‘Banaran Bebas Plastik’ dengan memanfaatkan hama ngengat lilin dalam mengurai sampah plastik berjenis PE di Dusun Banaran I.

"Melalui program 'Banaran Menawan', program ini fokus pada peningkatan ketrampilan dan diharapkan mampu menambah pendapatan ibu PKK dengan memanfaatkan limbah plastik rumah tangga menjadi sesuatu yang bernilai,” katanya.

Kepala Dukuh Dusun Banaran 1, Marwo, menyampaikan program ini diharapkan mampu membangunkan semangat ibu-ibu dalam kepedulian terhadap lingkungan dan masalah sampah.

"Harapannya program ini terus berkembang dan ke depan, membawa manfaat,” tuturnya.

Read Next