logo

Kampus

Mahasiswi Fapet UGM Sukses Silangkan Ayam Petelur dan Pedaging

Mahasiswi Fapet UGM Sukses Silangkan Ayam Petelur dan Pedaging
Anjeli Astriani, mahasiswi Fapet UGM angkatan 2023, berhasil mengembangkan usaha peternakan mandiri bernama Bejo Farm. Ia juga berinovasi mengembangkan crossbreeding ayam Elba dengan ayam Mardi. (EDUWARA/Dok. Fapet UGM)
Setyono, Kampus21 Oktober, 2026 19:04 WIB

Eduwara.com, JOGJA - Berawal dari hobi memelihara ayam, Anjeli Astriani, mahasiswi Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) angkatan 2023, berhasil mengembangkan usaha peternakan mandiri bernama Bejo Farm. Dengan modal awal hanya Rp 500.000 dari tabungan beasiswa, ia merintis usaha peternakan di Desa Karangpakel, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Kini, Bejo Farm berkembang dengan ratusan ekor ayam, puluhan indukan aktif, serta anakan hasil penetasan sendiri. Usaha tersebut mencatatkan produksi telur harian sekitar 15-20 butir dari ayam yang dipelihara.

Salah satu inovasi yang dikembangkan Anjeli adalah persilangan (crossbreeding) ayam Elba, yang dikenal sebagai tipe petelur unggul, dengan ayam Mardi yang memiliki postur tubuh besar dan berpotensi sebagai ayam pedaging. Pengetahuan mengenai pemuliaan ternak yang diperolehnya selama kuliah menjadi bekal dalam mengembangkan persilangan tersebut.

“Ayam Elba itu rajin bertelur hingga 280-300 butir setahun, tetapi postur tubuhnya kecil. Sebaliknya, ayam Mardi berbadan bongsor, tetapi produksi telurnya standar,” terang Anjeli, dikutip Rabu (21/10/2026).

Menurut Anjeli, persilangan kedua jenis ayam tersebut diharapkan menghasilkan keturunan dengan keunggulan dari kedua induknya. Karakter yang ingin dikembangkan meliputi pertumbuhan yang baik, postur tubuh lebih padat, serta kemampuan bertelur yang tetap produktif pada ayam betina.

Selain Elba dan Mardi, Bejo Farm juga mengembangbiakkan ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) dan Kuntara 4 untuk memperluas pengembangan ternaknya.

Untuk menekan biaya produksi, terutama pengeluaran pakan pabrikan, Anjeli memanfaatkan bahan-bahan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar. Pakan diberikan dua kali sehari, yakni pagi dan sore, dengan racikan bekatul, sisa makanan layak konsumsi dari hajatan warga, serta buah-buahan musiman seperti mangga dan jambu air.

Perawatan Kesehatan

Upaya efisiensi juga diterapkan dalam perawatan kesehatan ternak. Anjeli memanfaatkan bahan alami, seperti bawang putih dan daun pepaya, sebagai bagian dari perawatan ayam di Bejo Farm.

Bawang putih diberikan dalam jumlah tertentu, yakni sekitar setengah siung untuk ayam dewasa dan seperempat siung untuk ayam muda. Sementara itu, daun pepaya segar dicincang dan dicampurkan ke dalam pakan basah satu hingga dua kali seminggu sebagai upaya membantu pengendalian cacing dan meningkatkan nafsu makan ayam.

Meski menerapkan pendekatan berbahan alami, pengelolaan kesehatan ternak tetap memerlukan pemantauan kondisi ayam dan penanganan yang tepat apabila ditemukan gejala penyakit.

Dari sisi pemasaran, Bejo Farm melayani pembelian langsung di kandang maupun pesanan daring melalui WhatsApp dan Facebook. Produk yang ditawarkan meliputi telur, bibit ayam umur sehari atau Day Old Chick (DOC), serta ayam kampung hidup.

Anjeli menyebutkan, pendapatan dari penjualan telur ayam Elba telah mampu menutup biaya operasional dan kebutuhan pakan harian. Sementara itu, keuntungan bersih usaha diperoleh dari penjualan bibit DOC dan ayam kampung hidup.

Perjalanan membangun Bejo Farm tidak selalu berjalan mulus. Pada awal merintis usaha, Anjeli sempat mengalami kerugian akibat kematian anakan ayam ketika cuaca pancaroba di wilayah Klaten berubah ekstrem. Pengalaman tersebut mendorongnya untuk terus mengevaluasi pengelolaan sanitasi kandang dan pola perawatan ternak.

Bagi Anjeli, keberhasilan mengembangkan usaha tidak hanya ditentukan oleh modal, tetapi juga kedisiplinan mengelola keuangan dan kemampuan menerapkan ilmu yang diperoleh selama kuliah.

“Kalau uang beasiswa ini habis terbuang sia-sia atau cuma FOMO ngikutin tren, apa gunanya? Mending dimanfaatkan jadi hal yang berguna seperti membangun peternakan sendiri,” paparnya.

Melalui Bejo Farm, Anjeli menunjukkan bahwa pengetahuan mengenai nutrisi pakan, pemuliaan ternak, dan kesehatan hewan dapat menjadi bekal untuk membangun usaha produktif. Kisahnya sekaligus menjadi contoh bagi generasi muda untuk memanfaatkan sumber daya lokal, mengembangkan inovasi peternakan, dan merintis usaha secara bertahap dengan pengelolaan yang terukur.

Read Next