logo

Sekolah Kita

Pasca PTM Januari, 1.200 Siswa Yogyakarta Positif Covid

Pasca PTM Januari, 1.200 Siswa Yogyakarta Positif Covid
Sejumlah guru dan siswa SMAN 1 Bantul menjalani tes swab PCR pasca terpaparnya 14 warga sekolah. Pasca diberlakukannya PTM, ada 1.200 pelajar sekolah menengah Yogyakarta yang terpapar Covid-19. (EDUWARA/Setyono)
Setyono, Sekolah Kita26 Februari, 2022 22:02 WIB

Eduwara.com, JOGJA – Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta Didik Wardaya mengatakan sebanyak 1.200 siswa sekolah menengah terpapar Covid-19 sejak awal Januari lalu.

"Sejak diterapkannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM), yaitu sejak 3 Januari 2022, kami mencatat sebanyak 1.200 siswa positif Covid-19, yang tersebar di 60 sekolah," kata Didik Wardaya, Sabtu (25/2/2022).

Siswa yang positif Covid-19, dilaporkan didominasi penularan dari luar sekolah. Lingkungan sekolah sudah menerapkan protokol kesehatan secara ketat sehingga PTM yang berlangsung bukan menjadi penyebab utamanya.

"Kami telah bekerja sama dengan berbagai fasilitas kesehatan dalam penanganan siswa yang terpapar," lanjutnya.

Sebagai antisipasi penyebaran di sekolah, jika menemukan kasus positif Covid-19, maka sekolah diminta tutup sementara dan melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

"Tapi bila tingkat keterpaparan hanya ada di satu atau dua kelas, semisal dari 70 kelas yang terkena lima kelas, maka yang lima itu yang kita off-kan," katanya.

Didik menambahkan rata-rata kondisi siswa yang terpapar tidak bergejala sehingga hanya diminta isolasi mandiri dan mampu mengikuti PJJ dari rumah.

Di SMAN I Bantul, sebanyak 95 siswa harus menjalani tes swab PCR pasca ditemukannya 14 warga sekolah yang positif pada dua hari, yaitu Kamis dan Jumat kemarin.

“Dari 14 orang itu, satunya adalah guru sedangkan lainnya siswa," kata Kepala SMAN 1 Bantul Ngadiya.

Untuk siswa yang menjalani tes swab PCR berasal dari kelas XII IPA 7 dan XI IPA 3. Kondisi berawal dari laporan guru kepada sekolah pada 14 Januari, yang dinyatakan positif dan tidak masuk sekolah.

"Yang bersangkutan terpapar dari anaknya. Kami juga menerima laporan ada siswa di lima kelas yang juga positif. Sejak kemarin kami terapkan PJJ," jelasnya.

Read Next