
Bagikan:

Bagikan:
Eduwara.com, JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mendorong pengenalan robotik kepada anak terus diperkuat terutama dalam dunia pendidikan. Kehadiran teknologi robotik dan artificial intelligence (AI), khususnya di kalangan pelajar, dapat menjadi sarana mengenal perkembangan teknologi secara lebih dekat.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, saat membuka pameran komputer dan teknologi informasi, mengatakan kehadiran teknologi baru, termasuk robotik dan AI, memberikan dampak positif, khususnya bagi para pelajar.
“Sosialisasi kepada pelajar lebih dalam mengenai AI ini penting,” kata Wawan Harmawan, dikutip pada Senin (28/9/2026).
Ke depan, Wawan berharapa semakin banyak teknologi yang dikembangkan, termasuk produk-produk lokal yang mampu masuk ke sektor teknologi yang lebih maju. Sehingga, ke depan, kolaborasi antara produsen teknologi informasi dengan dunia pendidikan semakin diperkuat.
“Posisinya saya lihat pada sektor pendidikan. Jadi robotik untuk anak-anak cukup menarik, terutama lebih menekankan AI, dan juga teknologi yang baru,” katanya.
JBM
Selain mendorong pengenalan robotik dan teknologi AI melalui dunia pendidikan, Pemkot Yogyakarta juga telah merumuskan konsep Jam Belajar Masyarakat (JBM) yang menjadikan empat kelurahan sebagai pilot project.
“Kita telah memutuskan untuk pendamping JBM di setiap kemantren dan kelurahan mendapatkan honor. Tugas pendamping JBM kelurahan antara lain memantau kegiatan JBM dan koordinasi dengan kemantren, membuat laporan pelaksanaan JBM serta menindaklanjuti hasil kegiatan JBM,” katanya.
Kepala Bidang Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kota Yogyakarta, Siti Hidayati, menjelaskan pada awal program JBM mendatang, guru secara profesional dari sekolah untuk memberikan materi pembelajaran kepada-anak di empat kelurahan yang menjadi pilot project.
“Kegiatan ini berjalan mulai September 2026. JBM difokuskan pada budaya belajar sehingga anak-anak diharapkan tahu saat JBM itu belajar,” jelas Siti saat dikonfirmasi.
Adapun empat kelurahan yang menjadi pilot project JBM dengan melibatkan guru yang difasilitasi Dindikpora Kota Yogyakarta, yakni Tahunan, Sorosutan, Tegalrejo, dan Bumijo. JBM di empat kelurahan itu diadakan setiap Senin sampai Kamis, dari pukul 19.30 sampai 20.30 WIB. Kegiatan JBM diadakan di kantor kelurahan Balai RW dan Balai RT.
Siti menambahkan, untuk wilayah lain pelaksanaan JBM disesuaikan dengan kegiatan di masing-masing wilayah. Ini misalnya, ada yang tematik terkait seni budaya dan ada juga yang mengundang mentor bimbingan belajar.