
Bagikan:

Bagikan:
Eduwara.com, JOGJA – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), resmi menambah pembentukan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di tujuh Sekolah Dasar (SD) Negeri pada awal tahun 2026. Langkah ini diambil untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang tangguh dan siap menghadapi potensi risiko bencana di wilayah perkotaan.
Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Data Informasi Komunikasi Kebencanaan BPBD Kota Yogyakarta, Iswari Mahendrarko, mengatakan penentuan tujuh lokasi ini diprioritaskan bagi sekolah yang berada di kawasan rawan bencana.
"Tahun 2026 ini target kita tujuh SD. Dengan selesainya ketujuh sekolah ini, maka total sudah ada 21 SD Negeri di Kota Yogyakarta yang menyandang status SPAB," ujar Iswari, Senin (12/1/2026).
Sebanyak 7 SD Negeri yang menjadi sasaran program SPAB tahun 2026 meliputi SD Negeri Gedongkuning, SD Negeri Gedongtengen, SD Negeri Jetisharjo, SD Negeri Bumijo, SD Negeri Sindurejan, SD Negeri Balirejo, dan SD Negeri Tahunan. Iswari menyebut jika sasaran 7 SD tersebut selesai pada 2026, maka tahun ini total sudah menyelesaikan SPAB di 21 SD Negeri.
Pembentukan SPAB tidak hanya menyasar pada penguatan sarana prasarana seperti jalur evakuasi dan titik kumpul, tetapi juga manajemen sumber daya manusia (SDM). Sekolah diwajibkan membentuk Tim Siaga yang melibatkan guru dan murid.
Simulasi Bencana
Salah satu implementasi nyata terlihat pada simulasi gempa bumi di SDN Gedongkuning pada Jumat (10/1/2026). Ratusan siswa tampak sigap berlindung di bawah meja saat sirine berbunyi, sebelum akhirnya dievakuasi ke titik aman oleh para guru.
Kepala Sekolah SDN Gedongkuning, Wiwin Prihandiningsih, menyambut baik program ini mengingat kondisi sekolahnya yang berada di kawasan padat penduduk dengan risiko gempa dan kebakaran.
"Kami memiliki 333 murid. Melalui materi dan simulasi selama tiga hari ini, kami kini memiliki kesiapan teknis untuk mengurangi risiko jika sewaktu-waktu terjadi bencana," kata Wiwin.
Program SPAB ini merupakan hasil kolaborasi antara BPBD dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kota Yogyakarta yang direncanakan akan terus berlanjut hingga lima tahun ke depan guna memastikan seluruh satuan pendidikan di Yogyakarta memiliki standar keamanan bencana yang mumpuni.