logo

Kampus

Perpustakaan Pegang Peran Strategis dalam Pengintegrasian AI

Perpustakaan Pegang Peran Strategis dalam Pengintegrasian AI
Kepala Perpustakaan UMY, Novy Diana Fauzie, saat menghadiri Transforming University Libraries Leadership & Innovation Programme (TULLIP) yang diselenggarakan oleh National University of Singapore pada Senin-Sabtu (5–10 /1/2026), di Singapura. TULLIP merupakan program fellowship internasional yang mempertemukan para pimpinan perpustakaan perguruan tinggi dari berbagai negara di kawasan ASEAN hingga lintas benua, termasuk Mesir dan Amerika Serikat. (EDUWARA/Dok. PRIBADI)
Setyono, Kampus09 Januari, 2026 00:30 WIB

Eduwara.com, JOGJA - Sejalan dengan kebijakan mengintegrasikan pemanfaatan Kecerdasan Buatan (ArtificialIntelligence/AI) dalam mata kuliah wajib utama, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menempatkan perpustakaan dalam posisi strategis melalui penguatan literasi informasi dan literasi digital.

Hal ini disampaikan Kepala Perpustakaan UMY, Novy Diana Fauzie saat menghadiri Transforming University Libraries Leadership & Innovation Programme (TULLIP) yang diselenggarakan oleh National University of Singapore pada Senin-Sabtu (5–10 /1/2026), di Singapura.

TULLIP merupakan program fellowship internasional yang mempertemukan para pimpinan perpustakaan perguruan tinggi dari berbagai negara di kawasan ASEAN hingga lintas benua, termasuk Mesir dan Amerika Serikat.

“Melalui forum ini, para peserta berbagi praktik baik, mendiskusikan tantangan bersama, serta merumuskan strategi transformasi perpustakaan di tengah pesatnya perubahan teknologi dan perilaku pengguna informasi,” kata Novy Diana Fauzie dalam rilis Rabu (1/7/2026).

Selain membuka peluang kolaborasi lintas institusi, sekaligus menghadirkan perspektif baru dalam menghadapi kompleksitas pengelolaan perpustakaan modern, pertemuan ini juga membahas beragam isu strategis mulai dari sistem manajemen perpustakaan, tantangan perubahan regulasi pemerintah, pengelolaan sumber daya manusia, keterbatasan anggaran, hingga percepatan adaptasi teknologi digital.

“Meskipun konteks negara berbeda, dinamika yang dihadapi perpustakaan perguruan tinggi di berbagai belahan dunia memiliki banyak irisan persoalan yang serupa,” katanya.

Alat Bantu

Salah satu fokus utama dalam program TULLIP adalah pemanfaatan AI dalam ekosistem pendidikan tinggi. Novy menegaskan bahwa AI perlu diposisikan sebagai alat bantu pembelajaran, bukan sebagai pengganti daya pikir manusia.

“AI adalah tools, bukan yang utama. AI justru membantu otak kita tetap bekerja. Kita tidak hanya mempelajari AI, tetapi menggunakan AI untuk belajar lebih baik dan berpikir lebih kritis,” jelasnya.

Pandangan tersebut sejalan dengan kebijakan UMY yang telah mengintegrasikan pemanfaatan AI dalam mata kuliah wajib utama. Dalam konteks ini, perpustakaan dipandang memiliki peran strategis untuk mendukung kebijakan tersebut, khususnya melalui penguatan literasi informasi dan literasi digital bagi civitas academica.

Melalui partisipasi dalam fellowship internasional ini, UMY menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran, inovasi, dan pengembangan literasi yang relevan dengan tantangan global di era digital.

Read Next