logo

Kampus

SEMAR Antar UGM Jadi Juara Pertama Kompetisi Business Plan Nasional

SEMAR Antar UGM Jadi Juara Pertama Kompetisi Business Plan Nasional
Tim Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menjuarai kompetisi business plan nasional yang diselenggarakan oleh UKM Kewirausahaan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), pada 25 Juni lalu. Tim yang dibentuk dari kolaborasi tiga fakultas di UGM ini mengusung konsep SEMAR, yang terkait dengan pengelolaan sisa makanan. (EDUWARA/Dok. UGM)
Setyono, Kampus03 Juli, 2023 18:25 WIB

Eduwara.com, JOGJA - Tim kolaborasi tiga fakultas Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menjuarai kompetisi business plan nasional yang digelar pada 25 Juni lalu. Tim tersebut mengusung konsep SEMAR, yang terkait dengan pengelolaan sisa makanan.

Tim UGM ini beranggotakan Sulthan Mazru’l Nidhom dan Camila Qivtia Anggun Sukma Ningrum dari Fisipol, serta Ferdian Dwi Saputra dari FIB dan Tiara Lintang Berliana dari FEB. Pada ajang yang diselenggarakan UKM Kewirausahaan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tersebut, tim UGM berhasil menyisihkan 90 tim dari berbagai perguruan tinggi.

Tahun ini, tema yang diangkat pada kompetisi business plan adalah 'Improve Your Skill, Plan Your Business and Expand Your Creative Idea for Great Future as Young-Preneur in 4.0 Era'.

"Di kompetisi ini kami menawarkan ide model bisnis pengelolaan sampah sisa makanan dengan memanfaatkan larva BSF untuk menuju konsep Smart City di Kota Yogyakarta," kata Tiara kepada wartawan, Senin (3/7/2023).

Tim ini kemudian menamakan konsep tersebut, ‘SEMAR”, yang merupakan kependekan dari Smart Food Waste Treatment and Recycling.

Terkait ide bisnis tersebut, menurut Tiara, dilatar belakangi kepedulian terhadap permasalahan lingkungan, terutama pengelolaan sampah. Sedangkan konsep rencana bisnis yang ditawarkan menggunakan layanan teknologi informasi melalui aplikasi SEMAR sebagai jasa pelayanan pengambilan sampah sisa makanan, baik dari masyarakat, hotel, rumah makan dan sumber limbah makanan lainnya.

"Keuntungan berupa SEMAR Point dapat ditukarkan menjadi pulsa, internet dan beragam produk dari SEMAR," jelas Tiara.

Larva BSF

Adapun limbah makanan yang sudah ditransaksikan melalui aplikasi akan disetorkan ke pusat produksi maggot, yang nantinya dilakukan biokonversi untuk menghasilkan produk berupa larva BSF, yang dapat digunakan untuk pakan ternak/unggas. 

Sedangkan pupuk BSF dapat dijadikan pupuk alternatif atau bahkan bersaing di pasar pupuk organik.

“Kita harapkan dampak yang diberikan bagi masyarakat tentunya akan cukup luas  dengan adanya jasa pelayanan pengambilan sampah yang mudah dan menguntungkan timbulnya gerakan peduli sampah yang mandiri, membantu pemerintah dalam pengelolaan limbah sisa makanan melalui biokonversi maggot, solusi pupuk alternatif dan solusi pakan ternak berkualitas melalui Pelet Maggot,” paparnya.

Untuk menjadi juara dalam kompetisi ini, lanjut Tiara, ia bersama rekan-rekannya diminta membuat proposal Business Plan sejak April lalu. Selanjutnya, setelah melalui proses seleksi, dipilih 10 tim yang lolos untuk presentasi di babak final.

”Syukur Alhamdulillah, tim kami bisa menjadi juara 1 untuk lomba business plan ini,” ungkapnya.

Belajar dari pengalaman memenangkan kompetisi rencana bisnis tingkat nasional ini, mendorong Tiara dan timnya untuk mengikuti lomba business plan lagi, pada kemudian hari.

”Kami berharap pengalaman ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi kepada teman-teman dalam mewujudkan mimpi,” tutupnya.

Read Next