logo

Kampus

Tim UMM Raih Juara Satu Boat Race Competition COMET 3.0

Tim UMM Raih Juara Satu Boat Race Competition COMET 3.0
Tim Lembaga Semi Otonom (LSO) Mekatronik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil meraih juara satu dalam perlombaan Boat Race Competition COMET 3.0. (EDUWARA/Istimewa)
Fathul Muin, Kampus07 April, 2022 19:25 WIB

Eduwara.com, MALANG — Lembaga Semi Otonom (LSO) Mekatronik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil meraih juara satu dalam perlombaan Boat Race Competition COMET 3.0 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Design and Construction (HIMADEC) Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), akhir Maret lalu.

Salah satu anggota tim, Muhammad Naufal Wicaksono mengatakan dalam perlombaan itu timnya memberikan banyak inovasi dan modifikasi pada kapal buatannya, JUFTRONIC.

Berbeda dengan kapal yang telah ada, Kapal JUFTRONIC menggunakan tenaga penggerak berupa hidrogen, solar cell, dan heliogen. Penggantian bahan bakar tersebut membuat kapal tidak mengeluarkan polusi gas buang sisa pembakaran, seperti halnya jika menggunakan mesin bensin maupun diesel.

"Dalam ajang itu, kami tidak hanya memikirkan soal kecepatan kapal tetapi juga aspek-aspek lainnya," ujar Naufal, Kamis (7/4/2022).

Selain menggunakan mesin ramah lingkungan, mereka juga melengkapi kapal tersebut menggunakan geladak jenis lambung multihull catamaran. Geladak ini memiliki tempat yang luas sehingga terkesan lega. Selain itu, dengan adanya geladak ini, kapal akan lebih stabil saat memecah ombak.

Naufal, mahasiswa jurusan Teknik Mesin UMM itu, menceritakan bahwa pada race pertama, timnya mengalami kekalahan saat melawan Tim Cakalang 9 dari PPNS yang kapalnya lebih cepat dan stabil. Akibat kekalahan tersebut, tim Naufal masuk ke low bracket dan dilombakan kembali dengan beberapa tim yang kalah di race pertama. 

Setelah melalui beberapa kali pertandingan dan memperoleh kemenangan, kapal JUFTRONIC dapat kembali bersaing di semi final bersama tim yang telah menang.

"Di semi final, kami kembali bertemu dengan Tim Cakalang 9. Namun berbeda dari perlombaan di race pertama, kali ini kami berhasil mengalahkan Tim Cakalang 9 dan maju ke babak final. Alhamdulillah, kami berhasil memperoleh juara pertama setelah mengalahkan Tim Cakalang 11 di final," kata mahasiswa asal Lampung itu.

Anak ke dua dari tiga bersaudara tersebut tidak menyangka akan menjadi juara pertama. Pasalnya, ini merupakan kali pertama dia mengikuti organisasi dan perlombaan kapal. Terlebih kekalahan di babak awal sempat membuat rasa percaya diri timnya melemah. Meski begitu, ia sangat senang atas capaian mengejutkan tersebut. 

"Raihan prestasi ini merupakan titik awal untuk menghadapi kejuaran-kejuaran di masa yang akan datang. Saya berharap hasil riset kapal JUFTRONIC dapat menjadi acuan serta bahan pelajaran untuk menghadapi kompetisi-kompetisi selanjutnya," tandasnya.

Read Next