logo

Vokasi

Vokasi UMM Berangkatkan 10 Fresh Graduate Ke Jepang dan Kuwait

Vokasi UMM Berangkatkan 10 Fresh Graduate Ke Jepang dan Kuwait
Lulusan Vokasi UMM yang akan berangkat ke Jepang dan Kuwait berfoto bersama dengan dosen Keperawatan UMM. (EDUWARA./Istimewa)
Fathul Muin, Vokasi09 Februari, 2022 02:03 WIB

Eduwara.com, MALANG -- Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberangkatkan 10 lulusannya ke Jepang dan Kuwait melalui program training dan penempatan kerja bagi alumni untuk meningkatkan kompetensi mereka.

Dosen Keperawatan UMM, Lilis Setyowati, menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kapabilitas lulusan. Intinya, UMM berupaya membuka kesempatan kepada mahasiswa dan alumni untuk belajar serta bekerja di luar negeri.

Salah satu tujuan program ini, kata Lilis, untuk membangun citra bagus bagi lulusan Vokasi UMM. Selain itu, sebagai upaya mengembangkan skill dan menambah pengalaman bekerja di luar negeri sehingga dapat membuka pikiran dan wawasan baru terkait keperawatan. 

"Program training dan penempatan kerja di Jepang dan Kuwait ini diharapkan mampu membuka pikiran lulusan Vokasi UMM bahwa lapangan kerja di luar Indonesia masih bejibun dan siap untuk ditaklukan," ucap Lilis, Selasa (8/2/2022).

Direktur Direktorat Pendidikan dan Pelatihan Vokasi UMM, Tulus Winarsunu, mengungkapkan program ini berawal dari kerja sama antara Vokasi UMM dengan lembaga dan perusahaan luar negeri. Dua di antara perusahaan tersebut adalah Indomobil dari Jepang dan Royale Hayat dari Kuwait.

Vokasi UMM juga sudah menggaet perusahaan di bidang sending documentations. Hal ini diperlukan guna memperlancar dokumen persyaratan sampai ke negara yang dituju.

Bukan hanya mahasiswa dan lulusan UMM saja yang berkesempatan mengikuti program ini, menurut Tulus, para pegawai yang ada di Rumah Sakit Umum (RSU) UMM juga diberikan peluang untuk pergi ke luar negeri. Dengan begitu, mereka bisa belajar banyak skill dan pengetahuan yang belum pernah dimiliki.

"Khusus untuk mereka yang berangkat ke Jepang, akan ada training bahasa Jepang selama enam bulan. Sedangkan untuk mereka yang ke Timur Tengah, tidak harus melalui training bahasa. Kali ini, 10 orang lulusan Vokasi UMM yang berhasil lolos dan siap berangkat. Delapan orang akan pergi ke Jepang dan dua orang lainnya diberangkatkan ke Kuwait," ujarnya.

Salah satu lulusan yang akan berangkat ke Jepang, Ismail Mahasba, merasa senang bisa mengikuti program tersebut. Ismail meyakinkan diri serta orang tua bahwa dirinya sanggup dan bisa berangkat bekerja di Jepang. Apalagi ini adalah pengalaman pertamanya pergi ke luar Indonesia. 

"Tentu saja saya berharap program seperti ini bisa terus berlanjut sehingga adik-adik tingkat saya bisa merasakannya dan bekerja di luar negeri. Mungkin bisa dikembangkan lagi sehingga negara-negara tujuan bisa bertambah, kualitas dan kuantitas penerima juga dapat terus ditingkatkan lagi," ucapnya.

Read Next