logo

Kampus

Tahun Ini, UIN Sunan Kalijaga Jadi PTKIN Terfavorit Pendaftar SPAN

Tahun Ini, UIN Sunan Kalijaga Jadi PTKIN Terfavorit Pendaftar SPAN
Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (EDUWARA/Dok. UIN Sunan Kalijaga)
Setyono, Kampus24 Maret, 2023 21:39 WIB

Eduwara.com, JOGJA – Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) pilihan bagi calon mahasiswa yang mendaftar lewat skema Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN). Tahun ini, jumlah pendaftar skema SPAN di PTKIN meningkat 1,6 persen dari sebelumnya.

Jumat (24/3/2023), Rektor UIN Suka Phil Al Makin mengatakan peringkat terfavorit dalam SPAN- PTKIN ini didasarkan pada pengumuman di laman Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru PTKIN 2023.

"Setelah UIN Suka, PTKIN yang diminta berikutnya adalah Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Walisongo Semarang dan terakhir UIN Imam Bonjol Padang," jelasnya.

Dalam penerimaan mahasiswa baru tahun ini, UIN Suka menyediakan daya tampung sebanyak 4.252 kursi dari semua jalur. Jumlah itu kemudian dibagi untuk jalur SPAN-PTKIN, yang menyediakan kuota sebanyak 545 kursi dari 24 program studi keagamaan yang ditawarkan.

Dari 59 PTKIN di Indonesia, UIN Suka meraih peringkat pertama dengan jumlah terbanyak, dengan total peminat 31.931 orang calon mahasiswa. Pencapaian tersebut menunjukkan kualitas, kepercayaan dan reputasi UIN Sunan Kalijaga sebagai salah satu PTKIN terbaik di Indonesia.

"Ada 64 total program studi yang ada di UIN Suka, yaitu 41 Program Studi Sarjana, 18 Prodi pada Program Magister dan 5 Program Studi Doktor," kata Makin.

Koordinator Pokja Humas Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKIN, Mukhamad Rikza Chammam menyampaikan tahun ini sebanyak 176.413 calon mahasiswa telah melakukan pendaftaran dan finalisasi via SPAN.

"Jumlah itu naik dari tahun lalu. Di 2022, siswa yang melakukan finalisasi ada 172.971 orang. Ada kenaikan kurang lebih 1,9 persen," ujarnya.

Pendidikan Muadalah

Rikza menerangkan, tahun ini ada 58 PTKIN di seluruh Indonesia di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) yang melakukan seleksi bersama lewat jalur SPAN PTKIN dan UM PTKIN.

Lebih lanjut, Rikza menyampaikan, pada 2023 terdapat 177.135 kuota mahasiswa baru di PTKIN yang terbagi pada dua jalur seleksi nasional, yakni SPAN dan Ujian Masuk (UM) PTKIN serta jalur mandiri oleh masing-masing PTKIN.

"Kuota mahasiswa baru di PTKIN sebanyak 177.135, terbagi 33 persen ada di jalur SPAN-PTKIN, 44 persen UM-PTKIN dan 20 persen jalur mandiri," tambahnya.

Proses penilaian jalur SPAN-PTKIN akan menggunakan skor nilai rata-rata mata pelajaran, nilai rata-rata mata pelajaran pendukung, dan prestasi lainnya dan akan diumumkan pada 3 April 2023. Kemudian pelaksanaan UM PTKIN diselenggarakan pada 10 April - 15 Mei 2023.

Kampus PTKIN tidak hanya menerima para peserta setingkat SMA dan MA, tapi juga mereka yang berasal dari pondok pesantren muadalah.

Pendidikan Muadalah merupakan pesantren yang menyelenggarakan pendidikan formal dengan mengembangkan kurikulum sesuai dengan kekhasan pesantren dengan berbasis Kitab Kuning atau Dirasah Islamiah dengan pola pendidikan muallimin secara berjenjang dan terstruktur.

"Kami ingin menjembatani mereka lulusan pondok pesantren untuk menjadi intelektual-intelektual muslim masa depan yang akan memberi dampak positif bagi keislaman dan keindonesiaan lewat PTKIN," tambahnya.

Read Next