logo

Kampus

UKDW dan UNDHIRA Hadirkan Summer Camp Visual Ethnography 2026

UKDW dan UNDHIRA Hadirkan Summer Camp Visual Ethnography 2026
Para peserta Summer Camp Visual Etnography 2026 berfoto bersama usai mengunjungi candi Borobudur. Program internasional yang berlangsung pada 31 Juli-4 September 2026 ini diselenggarakan oleh UKDW Yogyakarta bersama UNDHIRA Bali dan mahasiswa Kansai University, Jepang, dengan cara memadukan pembelajaran daring, pengalaman lapangan, dan proyek kolaboratif lintas budaya di Bali dan Yogyakarta. (EDUWARA/Dok. UKDW)
Setyono, Kampus04 September, 2026 19:55 WIB

Eduwara.com, JOGJA -- Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta bersama Universitas Dhyana Pura (UNDHIRA) Bali menggelar Summer Camp Visual Ethnography 2026 bersama mahasiswa Kansai University, Jepang. Program internasional yang berlangsung pada 31 Juli-4 September 2026 ini memadukan pembelajaran daring, pengalaman lapangan, dan proyek kolaboratif lintas budaya di Bali dan Yogyakarta.

Sebanyak 16 peserta mengikuti program yang memperkenalkan visual ethnography sebagai pendekatan untuk memahami kehidupan masyarakat, budaya, dan lingkungan melalui observasi serta dokumentasi visual. Peserta juga mengembangkan kemampuan visual storytelling melalui foto dan video.

Program ini dirancang untuk memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi lingkungan global dan digital. Selain kemampuan akademik, peserta dilatih berkomunikasi, bekerja dalam tim multikultural, serta mengembangkan kecerdasan sosial dan budaya.

Kepala Biro Kerja Sama dan Relasi Publik UKDW, Jeniffer Fresy Porielly Wowor, mengatakan pengalaman lintas budaya menjadi bagian penting dalam pembelajaran mahasiswa.

“Kami berharap para peserta dapat mengembangkan kompetensi komunikasi lintas budaya, kemampuan bekerja secara kolaboratif dalam tim internasional, serta kecerdasan sosial dan budaya melalui pengalaman belajar yang diperoleh selama Summer Camp,” jelasnya.

Program ini berlangsung dalam empat fase. Setelah Opening & Online Course pada 31 Juli-7 Agustus 2026, peserta mengikuti Onsite Session in Bali pada 10-15 Agustus 2026 dengan UNDHIRA sebagai tuan rumah. Selama rangkaian kegiatan luring di Bali dan Yogyakarta, peserta didampingi oleh Putu Chris Susanto, dosen pembimbing dari UNDHIRA, dan Vania Sharleen Setyono, dosen pembimbing dari UKDW.

Selama di Bali, peserta mengeksplorasi budaya dan kehidupan masyarakat melalui kunjungan ke Jatiluwih, Buahan, Ubud, Tenganan, Karangasem, dan Penarungan. Kegiatan mencakup pembelajaran tentang agrowisata, budaya Bali, ekowisata, wellness, tradisi Melukat, serta interaksi bersama masyarakat.

Selanjutnya, UKDW menjadi tuan rumah sesi luring di Yogyakarta pada 17-22 Agustus 2026. Pada sesi ini, peserta diperkenalkan pada budaya Jawa, kehidupan komunitas, ekowisata berbasis masyarakat, serta praktik konservasi alam dan pertanian.

Di Yogyakarta, peserta mengikuti upacara peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia di kampus UKDW dan workshop untuk mengolah hasil pengamatan lapangan menjadi karya visual berupa foto dan video. Peserta juga mengunjungi Keraton Yogyakarta, Museum Sonobudoyo, Kampung Batik Giriloyo, Candi Borobudur, serta Sanggar Tari Lemah Urip.

Pertemanan Baru

Peserta juga melakukan observasi di Kampung Wisata Purbayan, komunitas pelestarian penyu dan lingkungan di Pantai Samas, Bantul, serta Agradaya Spices of Indonesia. Berbagai kegiatan tersebut menjadi ruang belajar langsung untuk memahami budaya, masyarakat, lingkungan, dan kearifan lokal.

Yamakawa Ayase, mahasiswa Kansai University, mengatakan program tersebut memberinya kesempatan untuk berinteraksi dengan mahasiswa internasional sekaligus membangun pertemanan baru dengan mahasiswa Indonesia.

“Program ini memberi saya banyak pengalaman untuk berinteraksi dengan mahasiswa internasional. Saya sangat senang bertemu dan mendapatkan teman-teman baru dari Indonesia. Ini adalah pengalaman yang tidak akan saya lupakan,” ungkap Ayase.

Dosen pembimbing dari Kansai University, Kiminori Fukuda, menilai pengalaman selama Summer Camp menjadi kesempatan penting bagi mahasiswa untuk mengenal budaya, kehidupan, dan lingkungan di Indonesia. Menurutnya, kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris menjadi bekal penting untuk membangun jejaring dan memperoleh informasi dalam lingkungan internasional.

“Ini bukan akhir, tetapi awal bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi dunia. Pengalaman ini menjadi pintu masuk untuk mengenal lingkungan internasional, membangun pertemanan, dan memahami pentingnya komunikasi lintas budaya,” ujarnya.

Setelah kegiatan lapangan, peserta memasuki fase Online Collaboration, Final Presentation, and Closing Ceremony pada 24 Agustus-4 September 2026. Mereka bekerja dalam kelompok bersama para supervisor untuk mengolah hasil observasi menjadi laporan, video rekap, serta proyek visual akhir.

Karya berupa video atau kolase foto tersebut dipresentasikan pada Kamis (3/9/2026). Proses ini mendorong peserta mengintegrasikan hasil pengamatan lapangan dengan pengetahuan akademik sekaligus mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, pemecahan masalah, dan kerja kolaboratif dalam lingkungan virtual.

Melalui Summer Camp Visual Ethnography 2026, UKDW dan UNDHIRA menghadirkan ruang belajar yang mempertemukan mahasiswa Indonesia dan Jepang dalam pengalaman akademik dan budaya. Peserta tidak hanya belajar mengenai konsep visual ethnography, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung melalui interaksi dengan masyarakat dan lingkungan di dua wilayah dengan karakter budaya yang berbeda.

Kolaborasi dengan Kansai University memperluas kesempatan mahasiswa untuk membangun jejaring internasional dan mengembangkan kemampuan bekerja dalam lingkungan multikultural. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan akademik, pengalaman lapangan, dan keterampilan kolaborasi lintas budaya.

Read Next