12 Tahun Teliti Campuran Aspal, Dosen UMY Raih Dua Penghargaan Internasional

11 November, 2021 17:27 WIB

Penulis:Setyono

Editor:Bunga NurSY

20181204_122905.jpg
Dosen Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Sri Atmaja P. Rosyid.i (Istimewa)

Eduwara.com, JOGJA—Dosen Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Sri Atmaja P. Rosyidi meraih dua penghargaan bertaraf internasional atas pengabdiannya meneliti campuran aspal untuk bahan jalan selama 12 tahun.

Atmaja mendapatkan penghargaan medali emas dalam ajang Asia International Innovation Exhibition serta penghargaan medali perak dalam International Innovation Competition di Malaysia pada Oktober—November 2021.

Ia mengatakan prestasi yang diraih saat ini merupakan hasil dari penelitian tentang bahan jalan yang sudah berjalan 12 tahun. Penelitian merupakan penelitian kolaborasi dengan Universitas Kebangsaan Malaysia, Universitas Pertahanan Nasional Malaysia, dan Politeknik Negeri Semarang.

"Tim kolaborasi mengusung penelitian tentang sustainable asphalt mixtures untuk pengerasan jalan. Selama 12 tahun kami lakukan penelitian berkaitan dengan bahan jalan dan beberapa topik lainnya, dan beberapa kerjasama penelitian tersebut kami juga diterbitkan di jurnal internasional," jelas Direktur Pascasarjana UMY ini, Kamis (11/11/ 2021).

Mengenai kompetisi inovasi yang diikuti, Atmaja menambahkan bahwa penilaian yang diambil berdasarkan kebaruan, hasil penelitian, serta memiliki unsur dalam sustainable development goals.

"Pada penelitian yang kami ajukan, terkait Bio-Asphalt For The Roads of The Future ini bagaimana kita meluncurkan beberapa konsep terkait dengan material bahan jalan yang lebih berkelanjutan serta ramah lingkungan dan sesuai dengan golnya SGD's," jelasnya.

Karena itu, dari hasil penelitian serta produk ini diharapkan dapat mengurangi atau mereduksi kerusakan lingkungan.

Atmaja menuturkan selama persiapan kompetisi inovasi, timnya menampilkan rangkuman penelitian kolaborasi yang sudah dilakukan bersama. Diantaranya beberapa judul penelitian yang terbit di jurnal internasional bereputasi dikumpulkan, dirangkum ulang, disajikan dalam kompetisi inovasi dan dipamerkan.

Ke depan, Ia menegaskan penelitian yang dilakukan tidak putus di kompetisi namun harapannya bisa memperdalam penelitian hingga adanya riset industri.

"Penelitian ini masih berupa skala alat, atau skala percobaan empiris sehingga perjalanan penelitian kami masih panjang dan harapannya kami lanjutkan di kajian yang lebih mendalam serta bisa dibawa ke riset industri," pungkasnya.