Asah Motorik Anak, Guru SD Muhammadiyah Kottabarat Solo Gunakan Karya 3D dengan Kertas Lipat

05 April, 2022 15:04 WIB

Penulis:M. Diky Praditia

Editor:Bunga NurSY

IMG-20220405-WA0007.jpg
Asah Motorik Anak, Guru SD Muhammadiyah Kottabarat Solo Gunakan Karya 3D dengan Kertas Lipat (Istimewa)

Eduwara.com, SOLO – Mengajar murid kelas I SD tentu membutuhkan kreativitas tinggi dari para guru. Selain untuk membangun kelekatan antara guru dengan murid, juga sebagai sarana menumbuhkan kreativitas dan imajinasi murid.

Seperti yang dilakukan oleh tim guru kelas I SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo. Meskipun masih menerapkan sistem blended (daring dan luring) dalam pembelajaran, guru tetap berupaya menghadirkan suasana pembelajaran yang menggembirakan.

Baru-baru ini, sebanyak 77 murid kelas I SD PK Kottabarat mengikuti kegiatan pembelajaran membuat karya tiga dimensi berupa miniatur pohon dari kertas lipat. Sebagian dari mereka mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka dan sebagian lainnya mengikuti melalui Zoom Meeting.

Guru kelas I SD Muhammadiyah PK Kottabarat Yuli Ekowati, menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini agar murid dapat mengidentifikasi ciri-ciri karya tiga dimensi.  “Anak-anak merasa mereka sedang bermain, padahal sebenarnya mereka sedang belajar identifikasi karya tiga dimensi,” tutur Yuli kepada Eduwara, Selasa (5/4/2022)

Yuli juga menjelaskan alat, bahan, dan langkah-langkah pembuatan karya tiga dimensi tersebut. “Alat dan bahan yang digunakan adalah kertas lipat, gunting, lem, spidol atau alat tulis, dan gunting,” ujarnya.

Menurut Yuli, ada empat langkah untuk membuat karya tiga dimensi tersebut. Pertama, menyiapkan alat dan bahan. Kedua, membuat pola pohon sebanyak dua buah. Ketiga, kertas dilipat menjadi dua bagian dan dipotong mengikuti pola. Keempat, menempelkan dua potongan pola pohon menjadi satu. 

Murid kelas I tampak antusias mengikuti pembelajaran meskipun sebagian mengikuti dari rumah masing-masing. 

Salah satunya Mahesa Putra meskipun mengikuti pembelajaran melalui Zoom Meeting dari rumah, ia mengaku senang dan mengikuti petunjuk pembuatan dari guru dan didampingi ibunya. “Asik dan seru sekali, saya membuat lambang sila ke-3 Pancasila, yaitu pohon beringin dengan hiasan pagar, orang-orangan, dan tulisan pohon beringin,” kata Mahesa. 

Kegiatan pembelajaran tersebut juga disambut positif oleh  salah satu orang tua murid, Winda Surci Febrianty. Menurutnya, pembelajaran prakarya ini sekaligus sebagai refreshing anak-anak di luar materi akademis. “Selain itu juga untuk meningkatkan kemampuan motorik anak dengan kegiatan membuat pola, memotong, dan menempel,” ungkap dia.