Bantul dan Kota Yogya Hadirkan Sekolah Pendidikan Orang Tua

28 Januari, 2023 18:24 WIB

Penulis:Setyono

Editor:Ida Gautama

28022023-Sekolah Pendidikan Ortu.jpg
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat meninjau rak buku di fasilitas PUSPAGA yang baru diresmikan, Jumat (27/1/2023). Bantul dan Kota Yogyakarta sama-sama menghadirkan lembaga baru sebagai sekolah pendidikan orang tua. (EDUWARA/K. Setyono)

Eduwara.com, JOGJA – Sebagai upaya peningkatan peran orang tua dalam pendidikan anak maupun generasi muda, Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta menghadirkan lembaga yang bertugas memberikan pendidikan bagi kalangan orang tua.

Jumat (27/1/2023), Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Bantul meluncurkan fasilitas Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA).

"PUSPAGA merupakan unit layanan keluarga dengan tujuan menjadi wadah mengedukasi para orang tua agar mampu melaksanakan tanggung jawab dan kewajibannya kepada anak maupun keluarga," kata Kepala DP3APPKB Bantul Ninik Istitarini.

Menurutnya, sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab orang tua untuk mengasuh, mendidik, melindungi, menumbuhkembangkan minat bakat anak, mencegah perkawinan usia anak, dan membangun nilai-nilai budi pekerti.

Di fasilitas PUSPAGA yang berada di belakang Unit Pelayanan Terpadu Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) tersedia layanan satu pintu keluarga holistik integratif berbasis hak anak.

Juga tersedia tempat pembelajaran keluarga, layanan informasi, konsultasi dan konseling bagi anak dan orang tua atau orang dalam menghadapi permasalahan keluarga serta anak.

'PUSPAGA juga menyediakan tempat penghubung rujukan sebagai solusi bagi permasalahan anak dan keluarga. Kami juga berupaya menguatkan kemampuan keluarga dalam mengasuh dan melindungi anak," jelasnya.

Keberadaan fasilitas ini, menurut Ninik, sesuai dengan program Bantul Ramah Anak dan Perempuan di mana salah satunya adalah mewujudkan keluarga yang berkesetaraan gender dan sesuai hak anak.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menegaskan tidak hanya bertujuan membimbing maupun menyelesaikan keluarga yang tengah bermasalah. Keberadaan PUSPAGA juga bisa dimanfaatkan masyarakat yang mengalami kesulitan dalam pembiayaan pendidikan maupun pemenuhan kesehatan.

"Terkendala pembayaran sekolah karena tidak punya uang atau membayar rumah sakit karena tidak tertanggung BPJS, silahkan mengadu ke sini. Nanti petugas, jika menilai layak akan merekomendasikan langkah apa yang selanjutnya ditempuh," kata Halim.

Keberadaan PUSPAGA ini menurut Halim adalah upaya mewujudkan Bantul sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak.

Sekolah Orang Tua Hebat

Di Kota Yogyakarta, bersama dengan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DIY, Pemkot Yogyakarta menjadikan Kampung Suronatan, Ngampilan sebagai proyek percontohan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH).

Koordinator Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN DIY lin Nadzifah Hamid menjelaskan SOTH merupakan program sekolah pengasuhan untuk meningkatkan kemampuan orang tua dalam mengasuh dan mendidik anak.

"Kampung Suronatan jadi proyek rintisan yang harapan nya bisa diaplikasikan kabupaten lain di DIY. Suronatan dipilih karena memiliki kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) Permata Hati yang menempati peringkat tiga nasional," jelasnya.

Sebanyak 30 orang tua di Suronatan akan mengikuti 13 kali pertemuan dalam enam bulan ke depan. Mereka akan mendapatkan materi perencanaan hidup berkeluarga, pembentukan masa depan anak, pemenuhan gizi untuk penurunan stunting hingga pembentukan karakter anak.