Kampus
30 September, 2026 16:40 WIB
Penulis:Setyono
Editor:Ida Gautama

Eduwara.com, JOGJA - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengajak generasi muda mulai mempersiapkan ibadah haji sejak dini sekaligus memanfaatkan perkembangan teknologi digital sebagai ruang untuk menyebarkan pesan-pesan positif dan nilai-nilai keislaman.
Ajakan tersebut disampaikan BPKH melalui Kedeputian Bidang Penghimpunan dalam kegiatan Sosialisasi Haji Muda dan Program Dai Sejuta Mimbar yang digelar bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yayasan Harika untuk Kemanusiaan, serta Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Kegiatan berlangsung di Conference Room Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Selasa (29/9/2026), dengan mengusung tema “Program Sejuta Mimbar: Generasi Muda sebagai Penerus Dakwah Berbasis Platform Digital”. Sekitar 200 mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi mengikuti kegiatan tersebut.
Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya perencanaan ibadah haji sejak usia muda, sekaligus mengenal peluang keterlibatan generasi muda dalam ekosistem dakwah digital.
Melalui kegiatan tersebut, BPKH mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi digital, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk belajar, berkarya, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Erika Setyanti Kusumaputri, mengatakan generasi muda perlu mulai memikirkan dan mempersiapkan ibadah haji sejak dini.
“Generasi muda saat ini perlu untuk mulai memikirkan bagaimana bisa membangun kebiasaan menabung dan melakukan perencanaan keuangan sejak usia muda, sehingga cita-cita untuk menunaikan ibadah haji dapat dipersiapkan secara lebih matang,” katanyanya.
Sementara itu, Deputi Bidang Penghimpunan BPKH, Juni Supriyanto, memaparkan pentingnya edukasi dan literasi mengenai Program Haji Muda. Menurutnya, perencanaan haji merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan kesadaran, literasi, dan perencanaan keuangan.
“Perencanaan haji perlu dipandang sebagai proses jangka panjang yang membutuhkan kesadaran, literasi, dan perencanaan keuangan. Karena itu, generasi muda perlu memperoleh informasi yang memadai sejak dini agar dapat mengambil langkah sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing,” katanya.
Dakwah
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan talkshow dan diskusi mengenai Program Haji Muda dan Dai Sejuta Mimbar. Sesi tersebut menghadirkan Banu Muhammad, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Direktur Harika Foundation Syuhelmaidi Syukur, peneliti BRIN Rizky Prayogo Ramadhan, serta Tito Ikhsan Rozak dari Sosplan Creative.
Diskusi membahas berbagai perspektif mengenai generasi muda, perencanaan haji, literasi keuangan, kreativitas, serta pemanfaatan platform digital untuk mengembangkan dakwah yang relevan dengan karakter dan kebiasaan generasi muda.
Para mahasiswa juga mendapatkan kiat-kiat membuat konten yang menarik dan relevan. Materi tersebut sekaligus dinilai selaras dengan bidang keilmuan yang dipelajari mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi.
Para narasumber talkshow turut mengajak mahasiswa bergabung dalam Program Dai Sejuta Mimbar. Program tersebut mendorong generasi muda mengambil peran dalam produksi dan distribusi konten keagamaan melalui ruang digital.
Melalui program ini, generasi muda memiliki kesempatan mengembangkan kreativitas sekaligus menyampaikan pesan-pesan keislaman yang edukatif, inspiratif, relevan, dan bertanggung jawab.
Kehadiran sekitar 200 mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi diharapkan semakin memperkuat ekosistem dakwah digital, terutama dalam meningkatkan peran generasi muda sebagai penerus dakwah berbasis platform digital.
Melalui Program Haji Muda dan Dai Sejuta Mimbar, BPKH mendorong masyarakat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing, mulai dari merencanakan haji sejak dini, meningkatkan literasi haji dan keuangan, memanfaatkan teknologi digital, hingga menyebarkan pesan kebaikan melalui karya.
Haji dipersiapkan sejak muda, dakwah diperluas melalui karya digital, dan generasi muda didorong untuk terus belajar, berkarya, serta berkontribusi.
Bagikan