BRIN Ingin Perguruan Tinggi Mengomersialisasi Hasil Penelitian Pertanian

20 Juli, 2023 20:36 WIB

Penulis:Setyono

Editor:Ida Gautama

20072023-UMY BRIN penelitian pertanian.png
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menginginkan perguruan tinggi yang memiliki Fakultas Pertanian untuk melakukan komersialisasi berbagai hasil penelitian pertanian. Selain sebagai kepemilikan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI), komersialisasi ini berdampak pada pemberdayaan masyarakat pertanian. (EDUWARA/Dok. UMY)

Eduwara.com, JOGJA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menginginkan perguruan tinggi yang memiliki Fakultas Pertanian untuk melakukan komersialisasi berbagai hasil penelitian pertanian. Selain sebagai kepemilikan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI), komersialisasi ini berdampak pada pemberdayaan masyarakat pertanian.

Hal ini diungkapkan Direktur Pendanaan Riset dan Inovasi, Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN Ajeng Arum Sari dalam seminar dan lokakarya nasional oleh Perkumpulan Agroteknologi/Agroekoteknologi Indonesia (PAGI), di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Kamis (20/72023)

"Membahas kebutuhan riset pertanian, kita berbicara mengenai teknologi yang akan menciptakan efisiensi proses produksi dan meningkatkan kualitas dari pangan itu sendiri. Di mana poin menyejahterakan petani menjadi perhatian yang perlu diwujudkan. Konsep untuk mengomersialisasikan serta kepemilikan HaKI juga harus direalisasikan terhadap penelitian yang dilakukan oleh para periset," ungkap Ajeng.

Komersialisasi terhadap hasil penelitian pertanian berguna untuk memberi pemasukan dan keberlangsungan dari hasil penelitian itu sendiri. Tak hanya itu, aspek pemberdayaan masyarakat, hasil penelitian berupa inovasi dan teknologi akan bermanfaat bagi para petani.

"Di mana teknologi dan inovasi tersebut akan menciptakan efisiensi dalam kegiatan pertanian. Dalam segi HaKI, legalitas dari hasil riset dan inovasi juga akan terjamin keabsahannya,” katanya.

Ajeng menambahkan, jika suatu publikasi itu bagus, dikenal dan digunakan oleh banyak orang, maka hal itu akan menguntungkan. Tetapi apabila memiliki kekayaaan intelektual yang diakui, akan jauh lebih baik untuk semua pihak.

Kolaborasi Penelitian

Dalam seminar yang bertema 'Hilirisasi Hasil Penelitian Pertanian Untuk Mendukung Kemandirian Bangsa', pakar Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian UMY, Agung Astuti mengatakan untuk mewujudkan hilirisasi penelitian, mahasiswa harus mengusahakan untuk melakukan kolaborasi penelitian dengan pihak industri.

"Hal ini guna menciptakan penelitian yang tepat guna dan sasaran. Selain itu, hal tersebut merupakan jalan untuk melebarkan ilmu pengetahuan dan pengalaman," jelasnya.

Rektor UMY, Gunawan Budiyanto, berharap peserta memanfaatkan forum diskusi ini untuk memperbaharui informasi dan ide agar selalu mengikuti perkembangan zaman yang terus berubah.

"Untuk merealisasikan tujuan dari seminar dan lokakarya ini, PAGI menggaet 29 jurnal. Di mana hal ini dilakukan guna mendukung luaran dari kegiatan ini, yakni publikasi artikel bertaraf internasional," jelasnya.