Di Pulau Terluar, Mahasiswa UGM Bakal Kembangkan Pariwisata

01 Juli, 2022 23:12 WIB

Penulis:Setyono

Editor:Ida Gautama

01072022-UGM KKN Terluar.JPG
Kondisi alam kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur. (EDUWARA/Dok. Widya Nayati)

Eduwara.com, JOGJA – Ditugaskan di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur yang berada di pulau terluar di ujung timur Indonesia, 27 mahasiswa KKN PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta bakal menelurkan program pemberdayaan masyarakat berbasis pariwisata.

Diterima langsung oleh Bupati Kabupaten Sabu Raijua Nikodemus Rihi Heke dan Wakil Bupati Sabu Raijua Yohanis Uly Kale, rombongan mahasiswa UGM didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN PPM UGM Widya Nayati.

"Ke-27 mahasiswa ini nantinya akan melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat di empat desa yang ada di Kecamatan Hawu Mehara, yakni desa Tanajawa, Desa Lobohede, Molie dan desa Pedarro," kata Widya dalam rilis Jumat (1/7/2022).

Program kegiatan KKN yang akan dijalankan merupakan lanjutan kegiatan KKN sebelumnya yang dijalankan sejak 2020. Tema besar Kegiatan KKN PPM UGM mengusung program peningkatan peran wanita dalam mencapai kesejahteraan berkelanjutan melalui pariwisata.

Widya memaparkan tema ini menggabungkan keinginan membantu pemerintah dalam menanggulangi stunting, ketahanan pangan, pencapaian kesejahteraan dengan hidup sehat secara berkelanjutan, dan kesiapan masyarakat dalam mengelola objek-objek wisata secara lestari dan berkelanjutan.

"Kita harapkan wilayah Sabu Raijua sebagai wilayah terselatan kedua di Indonesia ini menjadi tujuan wisata edupark. Wisatawan dapat melakukan pembelajaran soal alam dan budaya Sabu Raijua," tegasnya.

Bagi masyarakat lokal, kata Widya, kehadiran wisatawan ke Sabu Raijua dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran dan mengembangkan diri wilayahnya. Masyarakat Sabu Raijua diharapkan mempunyai tanggung jawab melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya yang selalu berkembang di wilayahnya.

Ada empat program unggulan yang akan dilakukan, yaitu pembuatan tugu dengan desain yang mencontoh Kalabbamadja dan sosialisasi kesehatan reproduksi untuk remaja, festival Lampion, dan pengembangan UMKM Gula Sabu.

Terkait dengan program pemberdayaan UMKM, mahasiswa akan melakukan pendampingan dan pelatihan tentang pengemasan gula Sabu yang siap untuk jadi barang souvenir bagi wisatawan.

"Pengemasan yang lebih ringkas, ringan dan bagus tentang gula sabu untuk mendorong peningkatan kesejahteraan warga masyarakat Sabu Raijua agar mandiri mengembangkan potensi usaha yang bisa dikembangkan," jelasnya.