Dukung Ekonomi Lokal Berkelanjutan, KKN UMBY Kenalkan Inovasi Olahan Tepung Singkong

21 Agustus, 2023 08:38 WIB

Penulis:Setyono

Editor:Ida Gautama

21082023-UMBY kkn 22 olah tepung singkong.jpg
Mahasiswa Kelompok Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Mercu Buana Yogyakarta (KKN PPM UMBY) Kelompok 22 mengajak para ibu di Pedukuhan Semuluh Lor, Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu, Gunungkidul, mengolah tepung singkong menjadi kue brownies pandan. (EDUWARA/Dok. UMBY)

Eduwara.com, JOGJA - Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Mercu Buana Yogyakarta (KKN PPM UMBY) Kelompok 22 berhasil mendorong keberlanjutan ekonomi lokal pada masyarakat Gunungkidul dengan menghasilkan inovasi tepung singkong.

Terjun di Padukuhan Semuluh Lor, Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu, Pembimbing Kelompok A Sidiq Purnomo mengatakan perekonomian daerah ini sepenuhnya bergantung pada pertanian palawija.

"Tim dalam menyusun programnya atas dasar upaya pemanfaatan hasil pertanian lokal memiliki peranan penting dalam memajukan ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, dan mendukung keberlanjutan lingkungan," kata Sidiq Purnomo dalam rilis Minggu (20/8/2023).

Dari masyarakat, anggota KKN 22 UMBY mendapatkan informasi mengenai berlimpahnya komoditas singkong namun selama ini pemanfaatan hanya terbatas sebagai makanan tradisional seperti tiwul, singkong rebus, singkong goreng, atau singkong bakar.

Anggota KKN 22 UMBY kemudian berinovasi membuat program kerja pengolahan singkong menjadi tepung yang serba guna, sehingga dapat digunakan untuk membuat brownies pandan.

"Kami mencoba berinovasi menggunakan singkong untuk dijadikan tepung, yang selanjutnya digunakan untuk membuat brownies pandan," tutur Ketua Penanggung Jawab Program Risty Lindiani.

Menurut Risty, keberhasilan inovasi pengolahan singkong, ke depan dapat dipromosikan untuk mengoptimalkan penggunaan hasil pertanian lokal dan masyarakat sehingga dapat mewujudkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan, melestarikan keanekaragaman tanaman, serta memperkuat ikatan budaya dan identitas lokal.

Melihat ibu-ibu di Padukuhan Semuluh Lor sangat antusias mengikuti pelatihan, Muhammad Hary Nugroho selaku Wakil Penanggung Jawab Program turut menyampaikan harapannya.

 "Harapan kami dengan adanya inovasi ini juga dapat menjadi manfaat untuk ke depannya. Semoga ilmu yang kami berikan dapat terus berkelanjutan," ujar Hary.