Kampus
26 Mei, 2026 04:59 WIB
Penulis:Setyono
Editor:Ida Gautama

Eduwara.com, JOGJA - Dua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengumumkan jumlah mahasiswa baru yang diterima pada tahun ini melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT). Senin (25/5/2026), hasil tes SNBT secara nasional diumumkan serentak pukul 15.00 WIB.
Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima sebanyak 2.857 mahasiswa baru, sedangkan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta menerima 2.955 mahasiswa baru.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Wening Udasmoro, mengatakan mahasiswa baru ini merupakan hasil seleksi SNBT Tahun 2026, yang diikuti 84.637 peminat masuk ke berbagai program studi di UGM.
“Tingginya jumlah pendaftar menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang dimiliki UGM. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga kualitas pendidikan, layanan akademik, dan akses pendidikan yang inklusif,” katanya.
Tahun ini, total daya tampung yang disediakan UGM mencapai 9.403 mahasiswa baru untuk program reguler. UGM membuka tiga jalur seleksi utama, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dengan jumlah 30 persen, SNBT sebanyak 30 persen, dan Seleksi Mandiri yang besarnnya mencapai 40 persen.
Dari sisi persebaran minat program studi, Sekolah Vokasi menjadi fakultas dengan jumlah peminat tertinggi mencapai 21.730 peserta. Posisi berikutnya ditempati Fakultas Teknik dengan 10.702 peminat dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik sebanyak 5.463 peminat.
“Untuk jalur Seleksi Mandiri, UGM akan menerima kurang lebih 3.729 calon mahasiswa,” jelasnya.
Tingkat Keketatan
Ditemui secara terpisah, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi UPN “Veteran” Yogyakarta, Machya Astuti Dewi, menerangkan dari total 37.074 pendaftar di UPN “Veteran” Yogyakarta, Senin (25/5/2026), sebanyak 2.955 mahasiswa baru diterima lewat jalur SNBT.
"Bagi para peserta yang belum beruntung di jalur SNBT 2026, jangan berkecil hati. Kesempatan untuk bergabung menjadi bagian dari Kampus Bela Negara masih terbuka lebar melalui jalur Seleksi Mandiri," ujarnya
Machya menerangkan, Program Studi (Prodi) Teknik Kimia Program Diploma Tiga (D3) menjadi yang terketat pada program Diploma Saintek dengan angka 2,55 persen, sedangkan untuk program Sarjana Saintek S1, Teknik Pertambangan di angka 3,42 persen.
Sementara itu, pada rumpun Sosial Humaniora (Soshum), Prodi Ilmu Komunikasi Program Sarjana menjadi yang paling banyak diminati dengan tingkat keketatan mencapai 7,77 persen.
“Tingkat keketatan tertinggi berada pada Program Studi Teknik Kimia Program Diploma Tiga, yakni sebesar 2,55 persen, Program Sarjana Saintek Program Sarjana Teknik Pertambangan sebesar 3,42 persen, dan rumpun Soshum Program Studi Ilmu Komunikasi Program Sarjana mencapai 7,77 persen," pungkasnya.
Bagikan