ITS Jajaki Peluang Kerja Sama dengan King Fadh University of Petroleum and Minerals Arab Saudi

21 Januari, 2022 07:20 WIB

Penulis:Bunga NurSY

Editor:Bunga NurSY

WhatsApp-Image-2022-01-20-at-20.46.44.jpeg
ITS Jajaki Peluang Kerja Sama dengan King Fadh University of Petroleum and Minerals Arab Saudi (ITS)

Eduwara.com, SURABAYA—Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menjajaki peluang kerja sama dengan dari King Fadh University of Petroleum and Minerals (KFUPM) Arab Saudi di bidang sains dan teknologi.

Hal ini terungkap dalam pertemuan  secara online bersama Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia (RI) untuk Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad MA dan delegasi dari KFUPM Arab Saudi.

Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia (RI) untuk Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad mengatakan bahwa ITS dan KFUPM merupakan universitas yang dapat menciptakan kolaborasi besar di bidang sains dan teknologi. 

“Diharapkan peluang kerja sama yang dapat dibangun antara ITS dan KFUPM bisa berjalan dengan baik,” jelasnya seperti dikutip dari situs resmi ITS, Kamis (20/1/2022).

Abdul Aziz Ahmad berharap kerja sama antara ITS dan KFUPM segera terjalin. Ia memastikan bahwa dukungan untuk hal tersebut akan dilakukan dengan menindaklanjuti pertemuan selanjutnya secara langsung. Pemerintah dan industri akan mendukung secara penuh kerja sama tersebut.  “Kerja sama ini tidak hanya menguntungkan kedua belah pihak, tetapi pemerintah dan industri juga akan menikmati hasil kerja sama tersebut,” pungkasnya.

Rektor ITS Mochamad Ashari menyambut dengan hangat pertemuan tersebut dan memaparkan tentang Science Technopark ITS serta prestasi-prestasi ITS. Hadir pula Sadiq Sait Mohammed sebagai Director Industry Collaboration of King Fahd University of Petroleum and Minerals (KFUPM) Arab Saudi bersama jajarannya. 

Sementara itu, Manajer Senior Kemitraan Global ITS Astria Nur Irfansyah memaparkan mengenai bidang-bidang penelitian ITS. Dari hal tersebut terdapat kesamaan bidang penelitian antara ITS dan KFUPM. Kesamaan tersebut terletak pada pusat penelitian materials, renewable energy, dan nanotechnology.  “Kerja sama ini dapat dilakukan di bidang teknologi yang menggunakan berbagai disiplin ilmu,” terangnya.

Setelah pemaparan singkat dari ITS tersebut, Sadiq Sait Mohammed menanggapi bahwa kerja sama antara ITS dan KFUPM dapat diawali dengan memfokuskan ide riset penelitian yang terbaru. 

Selain itu, riset dilakukan dengan menerapkan disiplin ilmu yang sesuai agar kerja sama yang dilakukan tepat sasaran. “Kita percaya dengan kolaborasi yang sesuai maka menjadi potensi untuk dilanjutkan ke depannya,” ungkapnya.