Kemendikbudristek Lantik Rektor Universitas Syiah Kuala dan Universitas Mataram

09 Maret, 2022 15:15 WIB

Penulis:Bhakti Hariani

Editor:Bunga NurSY

Sesjen Kemendikbudristek Lantik Rektor.jpg
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melantik Rektor Universitas Syiah Kuala Periode 2022-2026 Marwan, dan Rektor Universitas Mataram Periode 2022-2026 Bambang Hari Kusumo. (Kemendikbudristek)

Eduwara.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melantik Rektor Universitas Syiah Kuala Periode 2022-2026 Marwan, dan Rektor Universitas Mataram Periode 2022-2026 Bambang Hari Kusumo. 

Pelantikan itu dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Suharti.

Dia berharap, rektor yang baru menjabat tersebut dapat segera beradaptasi dengan perkembangan dunia Pendidikan dan riset yang sangat cepat.

 “Bapak dan Ibu yang dilantik hari ini harus beradaptasi dan bergerak cepat. Banyak hal yang memengaruhi perkembangan pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi yang menuntut kita beradaptasi dan bekerja cepat. Kita tidak punya kemewahan bekerja biasa-biasa saja,” tutur Sesjen Suharti dalam siaran pers Kemendikbudristek, Selasa (8/3/2022).

Kemendikbudristek, lanjut Suharti, terus mendorong pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) berkarakter yang terus diselaraskan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan perkembangan dunia global agar Indonesia mampu berdiri sama tinggi dengan bangsa-bangsa maju lainnya di dunia. Untuk mewujudkan hal tersebut, kolaborasi merupakan aspek penting yang perlu dilakukan. 

Dituturkan Suharti, Merdeka Belajar yang dicanangkan Kemendikbudristek merupakan upaya untuk mengoptimalkan potensi bangsa dalam menghadapi tantangan peradaban. 

“Merdeka Belajar Kampus Merdeka merupakan kebijakan untuk menghadapi rangkaian masalah yang kita hadapi, seperti akses pendidikan yang belum terlalu tinggi, hasil belajar yang harus ditingkatkan, dan ketimpangan pendidikan yang masih tampak,” tutur Suharti.