LSP UMY Terbitkan Sertifikasi Profesi untuk 1.800 Mahasiswa

04 Desember, 2023 23:12 WIB

Penulis:Setyono

Editor:Ida Gautama

04122023- UMY sertifikasi lsp umy.png
LSP UMY melaksanakan full assessment penambahan ruang lingkup 14 skema baru yang dihadiri Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Muhammad Nur Hayid, pada Minggu (3/12/2023). Hingga saat ini, LSP UMY sudah berhasil melakukan sertifikasi profesi kepada lebih dari 1.800 mahasiswa UMY. (EDUWARA/Dok. UMY)

Eduwara.com, JOGJA - Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyatakan telah mensertifikasi sebanyak 1.800 mahasiswa dalam dua tahun terakhir. Saat ini, LSP UMY tengah melaksanakan full assessment penambahan ruang lingkup 14 skema baru.

Kepala LSP UMY, Filosa Gita Sukmono, mengungkapkan pihaknya telah melakukan sertifikasi kepada lebih dari 1.800 mahasiswa. Menurutnya, hal tersebut merupakan prestasi tersendiri, mengingat LSP UMY yang baru berdiri selama dua tahun lamanya.

“Jumlah skema sertifikasi yang dimiliki LSP UMY sebanyak 38, dan 117 asesor kompetensi. Hingga saat ini, LSP UMY sudah berhasil melakukan sertifikasi profesi kepada lebih dari 1.800 mahasiswa,” ungkap Filosa dalam rilis Senin (4/12/2023).

LSP UMY terus bergerak untuk menyiapkan skema sertifikasi kompetensi kepada para calon lulusan UMY. Terbaru, LSP UMY melaksanakan full assessment penambahan ruang lingkup 14 skema baru yang dihadiri Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Muhammad Nur Hayid, pada Minggu (3/12/2023).

Kegiatan full assessment berjalan lancar dan cepat, bahkan Kkomisioner BNSP Muhammad Nur Hayid mengapresiasi LSP UMY yang secara sistemik mengikuti regulasi BNSP dan terus meningkatkan jumlah skema.

“Kami sangat mengapresiasi LSP UMY yang terus berkembang sampai saat ini. Hal ini terlihat dari minimnya kesalahan yang kami temukan dalam kegiatan full assessment ini,” jelasnya. 

Proses full assessment penambahan ruang lingkup LSP UMY ini diketuai oleh Muhammad Nur Hayid, dengan anggota Syahrizaan Al Mahzar.

Keberadaan LSP yang berkualitas di perguruan tinggi juga menjadi sorotan dari Muhammad Nur Hayid yang menjelaskan tentang triple helix yaitu sinergi yang baik antara pemerintah, perguruan tinggi dan industri.

“Penerapan model triple helix ini terwujud dengan adanya sertifikasi kompetensi kepada mahasiswa. Sertifikasi kompetensi membuktikan bahwa lulusan perguruan tinggi dinyatakan kompeten dan ready to use untuk industri yang membutuhkan,” ujarnya.