Mobile Digital X-Ray dari Fujifilm Hadir di RS Universitas Indonesia

21 Maret, 2022 14:18 WIB

Penulis:Bhakti Hariani

Editor:Bunga NurSY

RSUI-FUJIFILM.JPG
Mobile Digital X-Ray dari Fujifilm Hadir di RS Universitas Indonesia (RSUI)

Eduwara.com, DEPOK—FujiFilm Indonesia bekerjasama dengan Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) dan Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk menghadirkan instalasi Mobile Digital X-Ray dengan teknologi AI, yakni FDR Nano.

Managing Director of FujiFilm Asia Pacific Haruto Iwata mengatakan, teknologi FDR Nano ini merupakan hasil dari perjalanan panjang korporasi itu di bidang kesehatan.

“Kami sangat bersyukur dan bangga dapat memperkenalkan solusi ini untuk pertama kalinya di rumah sakit universitas terkemuka di Indonesia yakni RSUI,” ujar Iwata dalam siaran pers Humas RSUI, Minggu (20/3/2022).

Instalasi FDR Nano dapat membantu para ahli kesehatan mendiagnosis beberapa penyakit seperti Atelektasis, Kalsifikasi, Fibrosis, Nodul, Efusi Pleura, Kardiomegali, Pneumothorax, dan sebagainya melalui foto rontgen.

Selama ini, foto rontgen untuk pasien harus dilakukan dengan alat besar dan berada di ruangan tertentu, sehingga pasien yang sakit harus menempuh perjalanan ke rumah sakit terdekat dan pasien di rumah sakit pun harus berpindah ke ruangan khusus. 

Namun, sesuai dengan namanya yakni Mobile Digital X-Ray, alat FDR Nano lebih mudah dipindahkan sehingga pasien bisa tetap berada di tempat masing-masing. Waktu yang dibutuhkan untuk pengambilan foto rontgen pun lebih cepat, dengan hasil yang tepat dan akurat. 

Direktur Utama RSUI Astuti Giantini mengungkapkan, inisiatif FujiFilm Indonesia sejalan dengan visi dan misi dari Rumah Sakit Universitas Indonesia, yaitu untuk menjadi rumah sakit pendidikan berkelas dunia di tahun 2030.

 “Kami sangat senang dengan terobosan teknologi alat Sinar-X terbaru yang dihadirkan oleh FujiFilm Indonesia. Instalasi alat inovatif di rumah sakit kami akan sangat mendukung layanan kesehatan yang diberikan untuk para pasien,” tutur Astuti.

Lebih jauh dikatakan Astuti, para tenaga kesehatan RSUI bisa meningkatkan pelayanan, sehingga ke depannya bisa menjadi bukti bahwa kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia semakin canggih, cepat, dan mudah didapatkan oleh masyarakat. 

Sementara itu, Sekretaris Universitas Indonesia Agustin Kusumayanti mengatakan, instalasi FDR Nano merupakan titik awal dari pelayanan kesehatan yang meningkat di tanah air. 

“Kolaborasi lebih lanjut diharapkan terus terjadi sehingga Fujifilm bisa berjalan bergandengan dengan UI untuk mendukung kemajuan layanan, pendidikan dan penelitian di bidang kesehatan,” tutur Agustin.