Program Penguatan Vokasi Dorong Politeknik Negeri Bali Jadi Lebih Baik

14 Januari, 2022 20:18 WIB

Penulis:Bhakti Hariani

Editor:Ida Gautama

14012022-Poltek Bali Direktur.jpg
Direktur Politeknik Negeri Bali I Nyoman Abdi dalam webinar di kanal YouTube Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Kamis (13/1/2022). (EDUWARA/Bhakti)

Eduwara.com, BALI – Program penguatan vokasi yang diluncurkan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk sejumlah kampus vokasi dirasakan sangat membantu dan mampu membuat kampus vokasi menjadi lebih baik dan bisa melakukan banyak inovasi.

Sejumlah program tersebut di antaranya Diploma 2 Fast Track, Hilirisasi Riset Terapan, mampu dijalankan oleh kampus vokasi dengan baik dan maksimal. 

“Untuk Diploma 2 Fast Track ini dimulai dari kebutuhan industri yang melihat bahwa program ini diniati karena unsur baik dan sejalan dengan kebutuhan industri,” ujar Direktur Politeknik Negeri Bali I Nyoman Abdi dalam webinar di kanal YouTube Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Kamis (13/1/2022).

Terkait program ini, Abdi, sudah menyosialisasikannya di kampus dan mendapat respon positif dari segenap stakeholder di kampus. Tidak tanggung-tanggung, Politeknik Negeri Bali membuka delapan program studi untuk Diploma 2 Fast Track. 

“Semua antusias menyambut adanya program ini. Pun demikian dengan mitra Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) kami yang berjumlah 416 mitra. Mereka mendukung luar biasa. Mereka berikan support untuk Diploma 2 Fast Track ini,” ujar Abdi.

Penguatan yang juga dilakukan Dirjen Pendidikan Vokasi di jenjang SMK, kata Abdi, membawa banyak manfaat bagi kampus vokasi. “Kami terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan SMK-SMK. Sejauh ini, koordinasi dan komunikasinya sangat baik,” tutur Abdi.

Dukungan dari Dirjen Pendidikan Vokasi yang dirasakan oleh kampus vokasi, lanjut Abdi, tidak hanya berupa moriil namun juga berupa pendanaan, dimana pendanaan ini dikatakan Abdi sangat bermanfaat untuk menjalankan sejumlah program penguatan di kampus vokasi.

“Ada competitive fund yang sangat bermanfaat. Kami bertemu dengan para rekan DUDI yang sepaham dengan kami dan juga para guru SMK. Kami meyakini jika penguatan seperti ini terus berjalan maka Indonesia tidak akan kekurangan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan mampu bersaing di kancah global. Semua punya peran yang sama pentingnya dalam memajukan Indonesia,” papar Abdi.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Wikan Sakarinto menuturkan, masih ada pekerjaan rumah (PR) besar terkait meningkatkan daya saing bangsa melalui SDM, khususnya dari vokasi. 

“Mari kita bersama terus turunkan angka pengangguran, perbanyak entrepreneur dan kita perluas serta perlebar lagi kerjasama dengan DUDI,” ujar Wikan.