Kampus
25 Februari, 2026 05:17 WIB
Penulis:Setyono
Editor:Ida Gautama

Eduwara.com, JOGJA – Pusat Studi Kependudukan dan Kesejahteraan Keluarga (Pusdeka) Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU Jogja) menggelar kegiatan Murojaah Al-Qur’an menggunakan bahasa isyarat di Masjid Raden Mas Djatmino, Senin (23/2/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta dari berbagai kalangan untuk memperluas akses pembelajaran agama yang inklusif.
Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa UNU Jogja, tetapi juga melibatkan guru ngaji TPQ, guru sekolah, komunitas teman disabilitas Tuli, pimpinan pesantren, hingga praktisi usaha.
Direktur Pusdeka UNU Jogja, Rindang Farihah, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari program Training of Trainers (ToT) Pengajar Al-Qur’an Isyarat yang sebelumnya sukses diselenggarakan atas dukungan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS RI).
“Kegiatan ini diharapkan menjadi solusi edukatif sekaligus membuka akses pembelajaran agama yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas Tuli dan keluarganya,” ujar Rindang saat memberikan keterangan pada Selasa (24/2/2026).
Pelatihan ini menghadirkan dua instruktur bersertifikat dari BAZNAS RI yang juga merupakan mahasiswa UNU Jogja, yakni Rijalul Fahmi dari Prodi Studi Islam Interdisipliner dan Adinda Octa Romandhani dari Prodi Manajemen. Keduanya membimbing peserta untuk memahami metode pengajaran Al-Qur’an yang ramah bagi teman Tuli.
Jembatan Krusial
Menurut Rindang, kemampuan membaca Al-Qur’an adalah hak setiap Muslim. Ia menekankan metode bahasa isyarat menjadi jembatan krusial bagi orang tua dan guru ngaji dalam menyampaikan ilmu agama kepada anak-anak Tuli yang selama ini kerap terkendala metode komunikasi.
“Guru ngaji adalah perantara untuk memandu teman disabilitas agar dapat membaca dan memahami Al-Qur’an, sehingga pemahaman agama dapat semakin mendalam,” tambahnya.
Momentum ini juga menjadi persiapan menyambut Ramadan di lingkungan UNU Jogja. Rindang berharap semangat inklusivitas ini menjadikan Ramadan sebagai rahmat bagi semua kalangan tanpa terkecuali.
Langkah nyata ini mempertegas posisi UNU Jogja sebagai kampus yang mengedepankan nilai inklusif. Dengan menyediakan fasilitas dan pelatihan bagi disabilitas, kampus memastikan bahwa pendidikan dan nilai keagamaan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat secara merata.
Bagikan