logo

Kampus

Jumlah Mahasiswa Turun, PTS Diminta Berbenah

Jumlah Mahasiswa Turun, PTS Diminta Berbenah
Rektor UII Yogyakarta, sekaligus Ketua BKPTIS, Fathul Wahid, dalam ‘Workshop Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Perguruan Tinggi’ di Universitas Islam Al-Azhar (Unizar) Mataram, Senin (16/2/2026). Fathul mengatakan penguatan sinergi antar-PT Islam menjadi pilihan paling logis dalam menghadapi fenomena penurunan jumlah mahasiswa baru di PTS. (EDUWARA/Dok. UII Yogyakarta)
Setyono, Kampus18 Februari, 2026 07:44 WIB

Eduwara.com, MATARAM - Fenomena penurunan jumlah mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) kini menjadi tantangan serius. Masalah ini kerap dijuluki sebagai ‘masalah sejuta umat’. Minimnya solusi konkret dari otoritas negara menuntut pengelola PTS untuk berhenti bergantung pada pihak luar dan mulai fokus berbenah secara internal.

Pesan kuat ini disampaikan oleh Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) sekaligus Ketua Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKPTIS), Fathul Wahid, dalam ‘Workshop Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Perguruan Tinggi’ di Universitas Islam Al-Azhar (Unizar) Mataram, Senin (16/2/2026).

Fathul mengungkapkan bahwa penurunan admisi dipicu oleh berbagai faktor kompleks. Selain kajian pembatasan jurusan sarjana oleh kementerian, kebijakan jalur masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang kian terbuka lebar turut mempersempit ruang gerak PTS.

“Namun itu bukan satu-satunya. Ada kendala daya beli, di mana biaya pendidikan bukan lagi prioritas utama. Jika pun kuliah, calon mahasiswa cenderung memilih kampus yang dekat secara geografis,” ujar Fathul, dilansir Selasa (17/2/2026).

Menghadapi situasi ini, Fathul menegaskan bahwa penguatan sinergi antar-PTS Islam adalah pilihan paling logis. Ia meminta kampus tidak lagi mendesain masa depan dengan mengandalkan pihak lain, melainkan melalui perbaikan kurikulum dan kolaborasi nyata.

Pabrik Alumni

Lebih jauh, Fathul mengingatkan agar PTS tidak terjebak dalam kerangka mekanistik atau sekadar menjadi ‘pabrik alumni’.

“Kembalikan perguruan tinggi sebagai institusi peradaban. Bukan hanya mencetak lulusan yang berguna, tapi yang memberi ‘makna’ dan manfaat bagi masyarakat. Kredibilitas kampus lahir dari kebermanfaatan alumninya,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Rektor Unizar Mataram, Muh. Ansyar, menekankan bahwa tantangan PTS tidak hanya soal kuantitas mahasiswa, tetapi juga standar kualitas. Karena itu, pembenahan harus mencakup kurikulum yang relevan, inovasi metode pembelajaran, hingga perluasan jejaring internasional bagi dosen dan mahasiswa.

“Ini bukan sekadar wadah berbagi cerita, tapi upaya agar PTS tetap tumbuh besar dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” pungkasnya.

Workshop yang diikuti oleh berbagai lembaga pendidikan Islam di NTB ini fokus membedah tiga topik krusial, yaitu tata kelola, penjaminan mutu, dan peluang kerja sama strategis.

Read Next