Rektor UNU Yogyakarta, Jadikan Ramadan sebagai Bulan Introspeksi

04 April, 2022 20:08 WIB

Penulis:Setyono

Editor:Ida Gautama

04042022-UNU Rektor Ramadan.jpg
Rektor UNU Yogyakarta Widya Priyahita Pudjibudojo, Senin (4/4/2022) menjadikan Ramadan sebagai bulan intropeksi. Ramadan juga dianggap sebagai momen tepat peralihan. (EDUWARA/Humas UNU)

Eduwara.com, JOGJA - Rektor Universitas Nahdatul Ulama (UNU) Yogyakarta Widya Priyahita Pudjibudojo menjadikan Ramadan sebagai bulan introspeksi. Ramadan juga dianggap sebagai momen tepat peralihan.

Widya merupakan Rektor UNU Yogyakarta yang dilantik 16 Maret 2022 kemarin. Ia adalah Rektor kedua UNU setelah Purwo Santoso.

Amanat ini disampaikan Widya saat membuka Kegiatan Ramadan di Kampus UNU (Kamandanu) di kampus Lowanu, Kota Yogyakarta, Senin (4/4/2022) sore.

"Bulan Ramadan ini menjadi momen peralihan. Seperti lari maraton selama lima tahun ini, kami baru saja finish. Untuk lari lagi, kita butuh cooling down. Ini momen untuk musahabah atau introspeksi. Yang baik kita lanjutkan, yang kurang jadi catatan perbaikan ke depan," kata Widya dalam rilis yang didapatkan Eduwara.com.

Menurut Widya, periode pertama UNU telah berakhir dengan capaian luar biasa. "Selama ini untuk menginisiasi UNU tidak mudah. Sekarang ini sudah menjadi kampus yang lengkap dengan dosen hebat," tuturnya.

Setelah periode pertama tersebut, UNU akan terus mengembangkan diri. Ramadan ini pun menjadi momen evaluasi sekaligus persiapan, termasuk dengan melihat lagi keunggulan UNU yang menyeimbangkan tradisi dan inovasi.

Dengan tema Kamandanu, 'Merawat Tradisi dan Inovasi, Meneguhkan Transformasi Umat', UNU menurut Widya menjadi berharga ketika tradisinya terlihat. "Kita menguatkan tradisi, tapi juga dituntut berinovasi sehingga tetap relevan dan kontekstual," katanya.

Dalam rangkaian Kamandanu, UNU Jogja menggelar sejumlah acara, seperti kajian kitab, bakti sosial, dan bazar hingga peringatan Nuzulul Quran. Selain itu, juga ada acara tak kalah seru, yaitu buka bersama 'Santri Future Leader' dan siniar Dag-dig-dug Cast, Daripada Gabut Nunggu Bedug Mending Dengerin Podcast.

"Podcast ini digelar tiap Jumat dan Sabtu, berupa kajian populer dengan tema-tema keislaman yang sedang hits," kata Ketua Panitia Kamandanu, Khairul Ihsan.

Kamandanu juga melibatkan sejumlah pihak, seperti para santri dan ustaz SMA SMK Maarif yang menjadi mitra UNU.

"Kami juga merangkul masyarakat, sebelum kita menempati rumah (gedung UNU) baru di Gowangan, Gamping, Sleman, dengan mengadakan tes kesehatan untuk lansia, pembagian sembako, hingga permainan anak," tuturnya.

Pembukaan Kamandanu dipungkasi dengan gelaran muqodaman atau pembacaan Alquran 30 juz. "Harapannya pembacaan Quran ini kita selalu mendapat keberkahan, kesehatan, dan keselamatan dari Allah SWT," katanya.