Kampus
04 Maret, 2026 06:20 WIB
Penulis:Setyono
Editor:Ida Gautama

Eduwara.com, JOGJA - Pengembangan kurikulum berbasis praktik industri di Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) membuahkan hasil nyata melalui produksi film layar lebar sekaligus gim digital yang melibatkan dosen, mahasiswa, hingga masyarakat luas.
Setelah meraih berbagai penghargaan di festival film nasional dan internasional dalam dua tahun terakhir, film horor Setan Alas! (The Draft!), karya SV UGM, dijadwalkan tayang serentak di 181 layar bioskop di berbagai kota di Indonesia mulai 5 Maret 2026.
Film garapan sutradara Yusron Fuadi ini mengambil lokasi syuting di kawasan Kaliurang, Yogyakarta, dengan melibatkan puluhan figuran sebagai zombie yang menghantui sekelompok mahasiswa yang menginap di sebuah vila tua di tengah hutan. Proses produksi melibatkan sekitar 70 kru dengan pengambilan gambar selama 10 hari.
Yusron menjelaskan, ide produksi film bermula dari tantangan pimpinan Sekolah Vokasi UGM untuk mengembangkan laboratorium multimedia menjadi ruang pembelajaran berbasis proyek nyata. Tantangan tersebut kemudian diwujudkan melalui sejumlah produksi film, termasuk Setan Alas!
“Hujan menjadi tantangan tersendiri. Selain itu, separuh kru adalah mahasiswa, jadi kadang ada yang belum tahu teknisnya. Di situ kami saling belajar,” katanya, Selasa (3/3/2026).
Menurut Yusron, judul Setan Alas! terinspirasi dari keberagaman bahasa umpatan di Indonesia. Film ini juga melibatkan ratusan siswa SMK dari Yogyakarta dan Solo sebagai bagian dari kolaborasi produksi.
Film berdurasi 84 menit yang diproduksi pada 2022 dan rampung pada 2023 tersebut mengisahkan lima mahasiswa yang menghabiskan akhir pekan di vila tua di tengah hutan. Alih-alih mengandalkan efek kejut atau jumpscare, film ini menonjolkan konflik psikologis dan dinamika antartokoh untuk membangun ketegangan cerita.
Karya tersebut meraih penghargaan Best Film, Best Storytelling, dan Best Editing dalam ajang JAFF Indonesian Screen Awards 2023. Sutradara ternama Joko Anwar bahkan menyebut film ini sebagai horor Indonesia yang “Amazing, Awesome, dan Mindblowing”.
Di tingkat internasional, Setan Alas! melangsungkan pemutaran perdana dunia di Fantastic Fest 2024 di Texas, Amerika Serikat, sebelum diputar di London dan Toronto pada tahun yang sama.
Gim Digital
Tidak berhenti pada film, semesta Setan Alas! juga dikembangkan dalam bentuk gim digital berjudul Ganyang Setan Alas. Gim ini awalnya dikembangkan mahasiswa, Andhika Rahmanu, dalam program magang berbasis Android selama dua bulan sebelum diperluas ke platform PC guna memperpanjang alur cerita.
Pengembangan gim berlangsung selama tiga tahun dan melibatkan lima mahasiswa yang menjadikannya sebagai topik skripsi. Gim tersebut telah diperkenalkan dalam ajang industri gim di Jakarta dan membuka jejaring dengan pengembang profesional, serta ditargetkan segera dirilis.
Wakil Dekan SV UGM, Wiryanta, menegaskan bahwa proyek gim menjadi bagian dari integrasi kurikulum dan kerja sama dengan mitra industri. Produksi gim melibatkan pembelajaran lintas mata kuliah sekaligus praktik langsung sesuai kebutuhan industri kreatif.
“Target kami nanti bisa dipublikasikan melalui platform distribusi internasional seperti Steam agar menjadi produk unggulan UGM,” katanya.
Sementara itu, Dekan SV UGM, Agus Maryono, menilai proyek Setan Alas! merupakan contoh kolaborasi kolektif lintas disiplin yang mengintegrasikan bidang teknologi informasi, manufaktur, hingga ekonomi kreatif.
Menurutnya, produksi film tidak hanya menghasilkan karya seni, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran manajemen produksi, pendanaan, hingga strategi pemasaran.
“Mudah-mudahan UGM, Vokasi, dan fakultas lainnya dapat bekerja sama untuk membuat suatu film. Dengan begitu, kita bisa menjadi sentral industri kreatif,” ujarnya.
Melalui pencapaian ini, SV UGM menegaskan komitmennya menghadirkan model pendidikan berbasis praktik nyata yang mampu menghasilkan karya kreatif berdaya saing nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan industri kreatif Indonesia.
Bagikan