Terpincut Lingkungan Asri, Mahasiswa asal Thailand Tempuh Pascasarjana di UI

07 April, 2022 12:10 WIB

Penulis:Bhakti Hariani

Editor:Bunga NurSY

Abdulroman Ngopulae, mahasiswa S2 Kesejahteraan Sosial, asal Thailand (1).jpeg
Abdulroman Ngopulae, mahasiswa S2 jurusan Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI asal Thailand. (UI)

Eduwara.com, DEPOK – Terpincut dengan lingkungan Universitas Indonesia (UI) yang asri, mahasiswa asal Thailand memutuskan untuk melanjutkan pendidikan pascasarjana di universitas yang terletak di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat ini. 

Adalah Abdulroman Ngopulae, mahasiswa S2 jurusan Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI asal Thailand. Abdulroman merupakan mahasiswa program beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) yang dikelola Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI. 

Beasiswa ini ditawarkan kepada pelamar terpilih yang berasal dari negara berkembang. Sebagai salah satu universitas tujuan KNB, UI mendukung penuh program tersebut demi perluasan akses pendidikan.

Abdulroman menuturkan, dirinya awalnya tertarik pada UI lantaran memiliki lingkungan yang asri dan dipenuhi pepohonan. Dia mengetahui UI saat bertandang untuk menonton acara Mata Najwa yang menghadirkan Mantan Presiden RI BJ Habibie yang digelar di Ballroom UI. 

Abdulroman yang saat itu tengah menempuh pendidikan sarjana di Jakarta, memanfaatkan momen tersebut untuk berkeliling UI. “Saat itulah saya termotivasi untuk melanjutkan studi pascasarjana di sini karena UI memiliki fasilitas dan pemandangan bagus serta kawasan ramah lingkungan,” kata Abdulroman dalam siaran pers yang diterima redaksi Eduwara.com, Kamis (7/4/2022).

Selama berkuliah pascasarjana jurusan Kesejahteraan Sosial, Abdulroman juga mengikuti pelatihan membatik yang diadakan lembaga Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) UI. “Saya suka sekali batik. Ini budaya asli Indonesia yang sangat saya cintai. Indonesia pasti bangga memiliki batik,” tutur Abdulroman.

Saat pandemi Covid-19 melanda, kegiatan perkuliahan diadakan secara daring. Situasi ini tentu menjadi kendala bagi Abdulroman karena tidak dapat berinteraksi langsung dengan dosen dan mahasiswa lain. Namun semangat untuk dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik tak pernah putus. Dia pun tetap belajar giat.

“Setelah saya lulus, saya berharap semoga kampus UI bisa menerima lebih banyak mahasiswa dan mahasiswi dari Negara Thailand untuk berkuliah di sini. Semoga kampus UI dapat mempertahankan gelar kampus terbaik dan unggul di antara seluruh kampus di Indonesia, baik secara kualitas dan kuantitas,” pungkas Abdulroman. 

Program Belajar

Universitas Indonesia (UI) membuka kesempatan belajar seluas-luasnya bagi siapa pun, termasuk warga negara asing. Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, disebutkan bahwa “Warga negara asing dapat menjadi peserta didik pada satuan pendidikan yang diselenggarakan dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Untuk menjalankan amanah tersebut, UI menyediakan berbagai program belajar bagi mahasiswa asing.

Program belajar di UI bagi mahasiswa asing meliputi program degree (berjenjang) dan non-degree. Program degree meliputi sarjana dan pascasarjana, sedangkan program non-degree memfasilitasi pertukaran pelajar selama 6–12 bulan bagi mahasiswa dari universitas mitra. Pada 2021, mahasiswa asing yang terdaftar di UI berjumlah 1.320 orang (berasal dari 62 negara).

Jumlah mahasiswa asing terbanyak berasal dari negara jiran, yakni Malaysia dengan 209 mahasiswa, lalu Australia (180 mahasiswa), Filipina (172 mahasiswa), Korea Selatan (171 mahasiswa), dan Jepang (86 mahasiswa). Mereka menyebar di 17 fakultas, dengan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) yang paling banyak diminati.