Tim Dosen Teknologi Pangan UMM Perkenalkan Bakso Rumput Laut

26 Desember, 2021 21:00 WIB

Penulis:Fathul Muin

Editor:Ida Gautama

26122021-UMM Bakso Rumput Laut.jpg
Ketua Tim Pengabdian Dosen Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof Noor Harini, mendampingi siswa SMKN 2 Batu, dalam pelatihan membuat bakso berbahan rumput laut di Batu, Rabu (23/12/2021). (EDUWARA/UMM)

Eduwara.com, MALANG — Tim Pengabdian Dosen Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memperkenalkan bakso berbahan rumput laut yang kaya serat dan sehat dengan cara memberikan pelatihan membuat bakso rumput laut kepada siswa SMKN 2 Batu.

Ketua Tim, Prof Noor Harini, menjelaskan bakso merupakan salah satu makanan yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Selain itu, Kota Malang dan Batu juga dikenal dengan kuliner khas berupa bakso.

Pada sisi lain, rumput laut merupakan sumber serat yang bagus. "Jadi, bakso dengan bahan baku rumput laut tentunya memiliki kandungan yang kaya dan sehat. Adapun jenis yang dipakai yakni eucheuma cottonii, rumput laut yang berasal dari Pulau Karimun Jawa," kata Noor Harini, Minggu (26/12/2021).

Menurut Noor Harini, dalam sehari tubuh membutuhkan serat sekitar 34 gram untuk pria dewasa dan 28 gram untuk wanita dewasa. Sementara rumput laut mempunyai kadar serat sekitar 11 persen berat basah. Kandungan ini sangat bermanfaat untuk melancarkan pencernaan, mengontrol kolesterol serta glukosa darah.

Dalam pelatihan yang berlangsung Kamis (23/12/2021), tim UMM sekaligus memberikan resep bakso dan perbandingan daging sapi halus dengan bubur rumput laut.

Rasio yang dianjurkan adalah 60 persen dari daging sapi dan sisanya untuk rumput laut. Bakso ini juga telah diuji secara organoleptik. Hasilnya, para peserta pelatihan menyatakan kesukaan akan bakso dengan substitusi rumput laut tersebut.

Ika Melinda, salah satu peserta menilai bakso yang dibuat adalah salah satu makanan yang unik karena sebagian bahan baku yang digunakan tidak lazim dipakai, yakni rumput laut. Menurutnya, tekstur yang dihasilkan juga halus seperti bakso pada umumnya.

"Rasanya cukup enak. Mungkin ada beberapa hal yang perlu disesuaikan, salah satunya tingkat keasinan yang bisa kita tambahkan. Semoga bakso unik ini bisa dikomersilkan dan dijual kepada masyarakat luas sehingga mereka juga dapat merasakannya," ungkapnya.

Saat memberikan arahan dan pelatihan membuat bakso rumput laut kepada siswa SMKN 2 Batu, Noor Harini bersama dengan Rista Anggriani dan Hanif Alamudin Manshur. Keduanya merupakan dosen prodi Ilmu Teknologi Pangan UMM yang senantiasa berusaha memberikan inovasi dan pengabdian kepada masyarakat luas.