Usai Kazakhtan, UNY Didorong Perluas Kerja Sama dengan Tajikistan

26 Januari, 2023 21:48 WIB

Penulis:Setyono

Editor:Ida Gautama

26012023-UNY kerja sama Tajikistan.jpg
Penandatangan kerja sama antara Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan lima perguruan tinggi di Kazakhstan, Kamis (26/1/2023). Dalam kesempatan tersebut, pemerintah melalui Dubes Indonesia untuk Kazakhstan dan Tajikistan Mochammad Fadjroel Rachman mendorong UNY untuk memperluas kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di Republik Tajikistan. (EDUWARA/ Dok. UNY)

Eduwara.com, JOGJA – Pemerintah mendorong Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) memperluas kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di Republik Tajikistan. Melalui kedutaan besar, UNY menjalin kerja sama dengan lima universitas di Kazakhstan.

Dihadiri langsung oleh Dubes Indonesia untuk Kazakhstan dan Tajikistan, Mochammad Fadjroel Rachman, Kamis (26/1/2023), UNY melangsungkan penandatanganan kerja sama dengan lima guru besar.

"Lima guru besar ini berasal dari Suleyman Demirel University, Academy of Science of the Republic of Kazakhstan, National Research Technical University, Al Faraby Kazakh National University dan Turan Astana University," jelas Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama UNY Siswantoyo.

Dalam kerja sama ini, UNY dengan lima universitas tersebut akan melalukan berbagai kegiatan yang dikonsolidasikan lewat Fakultas Bahasa, Seni dan Budaya dan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan.

Siswantoyo memastikan kerja sama ini akan terus ditindaklanjuti dengan menerima mahasiswa dari Kazakhstan dan Tajikistan untuk studi lanjut S1, S2 maupun S3. UNY juga siap mengirimkan dosen, tendik dan mahasiswa untuk studi lanjut atau pertukaran mahasiswa.

"Saat ini, di UNY terdapat satu mahasiswa asal Kazakhstan yang menempuh pendidikan di Fakultas Bahasa, Seni dan Budaya. Bolatbek Mukhtaruly kuliah di UNY karena ingin belajar seni dan budaya Yogyakarta," lanjutnya.

Duta Besar Indonesia Fadjroel Rachman berharap UNY mengembangkan kerja samanya dengan fakultas dan jurusan dengan kedua negara agar lebih banyak mahasiswanya studi lanjut di Yogyakarta.

"Saat ini ada 20 mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Kazakhstan dengan beasiswa dari Pemerintah Kazakhstan. Tahun ini, kita menargetkan 100 orang mahasiswa Indonesia yang studi lanjut di sana," jelasnya.

Pemerintah Kazakhstan membuka kesempatan kerja sama dengan perguruan tinggi dari negara lain mengingat di sana terdapat 129 universitas yang terdiri dari 33 universitas negeri, 92 universitas swasta dan 4 universitas asing.

"Kami berharap kerja sama UNY dengan Kazakhstan dapat diperluas juga dengan Tajikistan sehingga para dosen dapat berbagi ilmu dengan sejawatnya di sana," ujarnya.

Dengan karakteristik masyarakat Kazakhstan dan Tajikistan menyukai pencak silat, Fadjroel berharap ini akan menjadi pintu masuk bagi UNY maupun universitas lainnya membawa kebudayaan asli Indonesia ini sebagai pintu masuk menjalin kerja sama.