Wakil Bupati Bantul Dorong SMKN I Pandak Jadi Percontohan Sekolah Lain

08 Mei, 2026 06:16 WIB

Penulis:Setyono

Editor:Ida Gautama

07052026-SMKN 1 Pandak panen melon.jpg
Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, menghadiri panen melon di SMKN 1 Pandak, Kamis (7/5/2026). Pada panen kedelapan ini, Aris Suharyanta berkesempatan mencicipi langsung Sweet Hami, varietas melon premium yang benihnya berasal dari Cina. (EDUWARA/Dok. SMKN 1 Pandak)

Eduwara.com, JOGJA - Dikembangkan sejak pertengahan 2024 dan telah menghasilkan panen delapan kali, praktik penanaman melon menggunakan sistem rumah hijau (Green House) dan hidroponik di SMKN I Pandak, Bantul didorong menjadi percontohan bagi sekolah lain.

Konsep pembelajaran langsung di lapangan yang dilakukan para pengajar di SMKN I Pandak merupakan upaya untuk mempersiapkan generasi muda di lingkungan ini, terutama dalam bidang kewirausahaan pertanian.

Panen kedelapan pada Kamis (7/5/2026) dihadiri langsung Wakil Bupati (Wabup) Bantul, Aris Suharyanta. Dari dua varietas yang ditaman, Sweet Hami dan Golden Sunrise, Wabup Aris berkesempatan mencicipi langsung Sweet Hami, varietas melon premium yang benihnya berasal dari Cina.

“Saya melihat praktik pengajaran penamanan melon di SMKN I Pandak merupakan terobosan untuk melahirkan kalangan petani dari generasi millenal dan Z,” kata Aris.

Menurut Aris, konsep penanaman menggunakan rumah hijau dan sistem pengairan hidroponik sangat cocok diajarkan ke generasi muda karena kepraktisan serta kemudahan dalam perawatan. Terlebih, konsep penanaman ini tidak langsung menggunakan tanah sebagai media tanam.

Bagi Aris, keberhasilan SMKN I Pandak dalam mengembangkan praktik pembelajaran lapangan ini seharusnya diperluas keberadaannya di sekolah-sekolah yang ada di wilayah Bantul.

“Penanaman melon di sini bisa menjadi percontohan dan ditiru oleh sekolah lain, dengan memanfaatkan lahan yang tidak perlu luas. Jika masif dilakukan maka ini bisa ketahanan pangan di Bantul,” terangnya.

Kepala SMKN I Pandak, Sri Mulyani, menjelaskan proyek penanaman melon dikhususkan pada anak didik di jurusan Agribisnis Tanaman dengan Keahlian Pangan dan Hortikultura (ATPH). Proyek ini pertama kali dikembangkan pada 2024 dan sudah panen delapan kali.

“Selain melon, kita juga mengajarkan anak-anak praktik lapangan untuk penanaman bawang merah dan anggrek,” jelasnya.

Fokus Pertanian

Selama ini, SMKN I Pandak dikenal sebagai sekolah kejuruan yang fokus dalam bidang pertanian. Jurusan lain yang diampu adalah Program Keahlian Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian (APHP), Agribisnis Tanaman dengan Konsentrasi dan Agribisnis Pebenihan Tanaman (APT), Agribisnis Ternak dengan Konsentrasi Keahlian Agribisnis Ternak Unggas (ATU) dan Agribisnis Ternak Ruminansia (ATR), dan Busana.

“Kehadiran berbagai jurusan menjadikan SMKN 1 Pandak sebagai sekolah yang benar-benar mempersiapkan generasi muda di lingkungan ini, terutama dalam bidang kewirausahaan khususnya pertanian yang bersaing di kancah nasional,” tegasnya.

Tak hanya itu, kehadiran berbagai jurusan di SMKN 1 Pandak juga menjadi upaya untuk menciptakan petani dari kalangan generasi Millenial dan Z untuk mendukung program ketahanan pangan pada masa depan.

Guru pendamping praktik penamanan melon, Sodik Manunggal, menjelaskan secara keseluruhan lahan yang digunakan untuk penamanan melon seluas 400 meter persegi dan berkapasitas 1.200 pohon.

“Melalui praktik ini kita ingin mengenalkan pertanian modern kepada anak didik. Dimana penggunaan media tanam selain tanah dan sistem hidroponik wujud manajemen efisiensi tenaga kerja,” ujarnya.

Sodik menambahkan, jika penanaman melon dipraktikkan langsung di sawah, generasi sekarang agak keberatan karena langsung bersinggungan dengan lumpur. Karena itu, praktik penanaman melon ini diajarkan sejak di kelas X. 

Praktik perawatan dilakukan bergantian oleh tim beranggotakan empat siswa. Mereka mengontrol setiap pagi hingga siang di sela-sela jam belajar di kelas. Praktik ini akan berlangsung selama tiga bulan dari masa tanam sampai panen.

Pasca panen, anak didik juga diajak untuk mensterilkan rumah hijau dan mengganti media tanam agar bisa digunakan lagi.

“Untuk panen, kita membuka panen terbuka (open farm) bagi warga sekitar dengan harga Rp 40 kg untuk melon langsung petik,” jelasnya.

Dalam laman SMKN I Pandak disebutkan, keberadaan rumah hijau untuk penanaman melon ini merupakan kolaborasi dengan Yayasan Pendidikan Astra. Ini bagian program flagship Satu Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Cerdas sebagai persiapan menghadapi tantangan dan peluang keberlanjutan di dunia pertanian.