logo

Kampus

Angkat Potensi Desa, Mahasiswa KKN UNS Gelar Penyuluhan Digitalisasi Jamu

Angkat Potensi Desa, Mahasiswa KKN UNS Gelar Penyuluhan Digitalisasi Jamu
Mahasiswa Kelompok 76 KKN UNS Solo bersama seorang pelaku UMKM, Sri saat Bazaar Produk Unggulan UMKM se-Kecamatan Ngemplak Boyolali, Selasa (25/2/2022). (EDUWARA/Dok. Kelompok 76 KKN UNS)
Redaksi, Kampus05 Maret, 2022 02:27 WIB

Eduwara.com, BOYOLALI — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung di Kelompok 76 menggelar kegiatan ‘Penyuluhan Digitalisasi Jamu’. Penyuluhan yang bertujuan membantu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) jamu tradisional, baru-baru ini, diselenggarakan di Desa Kismoyoso, Ngemplak, Boyolali.

Koordinator Penyuluhan, Fatia Adiba mengatakan, kegiatan penyuluhan dilakukan berdasarkan pertimbangan potensi yang dimiliki Desa Kismoyoso sebagai sentra pembuatan jamu tradisional.

“Banyak sekali perseorangan yang membuat dan menjual jamu tradisional sebagai mata pencaharian. Tercatat ada 62 pelaku usaha ini,” ucap Fatia Adiba, dalam keterangan tertulis, yang dikirimkan ke Redaksi Eduwara.com, Kamis (3/3/2022).

Penyuluhan tersebut, menurut Fatia, meliputi perancangan dan pembuatan kemasan produk, serta pelatihan penjualan secara online.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan produksi jamu tradisional. Apabila program percontohan kepada salah satu pelaku UMKM ini sukses, dapat dijadikan contoh oleh pelaku usaha lain. Dengan demikian, usaha jamu tradisional Desa Kismoyoso dapat dilakukan secara terpusat dan menjadi industri yang lebih besar," imbuhnya.

Fatia melanjutkan, para pelaku usaha jamu di Desa Kismoyoso belum benar-benar pulih akibat pandemi. Salah seorang pelaku usaha jamu tradisional, Sri, membenarkan hal tersebut. Menurut dia, penjualan jamu menurun akibat pandemi Covid-19.

“Penjualan kami menurun karena pandemi. Kami tidak bisa pergi membeli bahan karena pasar ditutup. Masyarakat juga cenderung berdiam di dalam rumah sehingga membuat kami kesulitan menjual dan akhirnya keuntungan kami menurun. Ada beberapa teman yang bahkan menghentikan usahanya dan beralih profesi lain,” tutur Sri.

Lebih lanjut, Fatia menjelaskan, bahwa mahasiswa Kelompok 76 KKN UNS Solo sudah melakukan uji coba produk hasil penyuluhan, saat kegiatan bazaar.

“Kami telah melakukan uji coba ketika bazaar sekaligus pengangkatan pengurus baru PKK Kecamatan Ngemplak, Selasa (25/1/2022). Di acara itu, kami menjual produk yang telah kami bantu desain kemasannya. Alhamdulillah, produk jamu tradisional kami ludes dibeli oleh konsumen,” ucap Fatia.

Pada awalnya, kegiatan Penyuluhan Digitalisasi Jamu hanya diperuntukkan bagi salah seorang pelaku UMKM jamu tradisional. Namun, guna memaksimalkan penyuluhan maka program tersebut akhirnya diperuntukkan bagi seluruh pelaku UMKM jamu tradisional di Desa Kismayoso.

Penyuluhan kepada UMKM jamu tradisional diselenggarakan Rabu (23/2/2022). Pada kesempatan itu, pelaku UMKM diberikan pelatihan desain produk kemasan serta penjualan online.

Selain Penyuluhan Digitalisasi Jamu, mahasiswa Kelompok 76 KKN UNS Solo juga melaksanakan program lainnya seperti sosialisasi pencemaran limbah, belajar mengajar, pembuatan tempat sampah dan cuci tangan, hingga Posyandu. (*/K. Setia Widodo)

Read Next