logo

Bisnis

Cegah Serangan Siber Asia Pasifik, StormWall Bersama IDCloudHost Buka Point of Presence ke-6 di Singapura

Cegah Serangan Siber Asia Pasifik, StormWall Bersama IDCloudHost Buka Point of Presence ke-6 di Singapura
IDCloudHost. (EDUWARA/Istimewa)
Redaksi, Bisnis06 Desember, 2022 01:31 WIB

Eduwara.com, SOLO – StormWall bersama IDCloudHost menghadirkan layanan sistem keamanan Siber, Anti DDOS StormWall dengan cakupan layanan bagi pelanggan di kawasan Asia Pacifi (APAC), dengan membuka POP (Point of Presence) baru yang berlokasi di Singapura. 

POP di Singapura ini merupakan POP ke-6 yang dibangun StormWall.  Lokasi baru ini dioperasikan di data center Equinix SG3. Layanan proteksi keamanan Siber, Anti DDOS StormWall akan memberikan perlindungan yang tangguh bagi pengguna di kawasan Asia Pasifik (APAC).

CEO IDCloudHost, Alfian Pamungkas Sakawiguna mengaku senang dengan kerja sama tersebut. Sebab, kerja sama itu bermanfaat dalam memberikan layanan proteksi keamanan siber di wilayah Asia Pasifik. Mengingat Anti DDoS StormWall adalah salah satu yang paling modern dan tangguh.

"Kami yakin kemitraan kami akan sangat membantu dalam mengurangi ancaman serangan DDoS di Asia Pasifik. Ini adalah awal dari kolaborasi yang panjang dan bermanfaat." kata Alfian Pamungkas Sakawiguna dalam siaran pers yang diterima Eduwara.com, Senin (5/12/2022).

Menurut Alfian, peluncuran layanan Anti DDOS dengan StormWall adalah salah satu komitmen IDCloudHost untuk menurunkan risiko keamanan siber untuk pengoperasian cloud di Asia Pasifik. POP baru tersebut akan memungkinkan StormWall untuk menawarkan perlindungan DDoS website yang kuat dan handal bagi perusahaan di kawasan APAC, serta perlindungan aplikasi TCP / UDP, perlindungan jaringan, dan web application firewall (WAF).

Sistem StormWall Triple Filter yang dimiliki StormWall, sambung dia, secara efektif mendeteksi trafik yang merupakan spam dan memblokirnya agar tidak mencapai server tanpa kehilangan packet yang sah/sebenarnya. Bandwidth jaringan 2500 Gbit/s tentunya cukup memberikan perlindungan bahkan terhadap botnet yang kuat.

Senada dengan Alfian, CEO & Founder StormWall, Ramil Khantimirov juga merasa bangga dengan kemajuan yang sedang berlangsung.

"Untuk memberikan perlindungan terbaik kepada pelanggan kami, kami tidak hanya berupaya meningkatkan teknologi penyaringan trafik berbasis AI (Artificial Intelligence) kami, tetapi juga memperluas jejak geografis kami, karena kedekatan fisik dengan server sangat penting untuk meminimalkan latensi," jelas dia.

Tentu saja, lanjut Ramil, titik kehadiran pihaknya di Singapura yang terwujud berkat kemitraan dengan IDCloudHost akan membantu menyediakan perlindungan DDoS yang dapat diandalkan bagi pelanggan dari wilayah tersebut. Selain itu juga meningkatkan ketahanan seluruh jaringan, dan bagi banyak pengguna, situs yang terhubung ke perlindungan StormWall akan mampu dimuat lebih cepat dari sebelumnya.

Serangan DDoS

Ramil menambahkan, StormWall memiliki spesialisasi dalam penyediaan DDoS Protection untuk infrastruktur IT dengan berbagai ukuran dan kompleksitas, termasuk website, jaringan, dan layanan-layanan online. Server StormWall di Asia Pasifik dihosting oleh data center Equinix SG3. Equinix adalah penyedia data center yang terpercaya dan terkemuka di Asia yang telah membantu interkoneksi organisasi-organisasi terkemuka di industri ini sejak tahun 1998.

"Fasilitas Equinix di Singapura adalah salah satu yang paling modern di kawasannya. Fasilitas itu memiliki internet exchange point dengan akses ke Singapura yang merupakan salah satu pusat internet (internet hubs) terbesar di Asia Tenggara, sehingga dapat menyediakan koneksi latensi sangat rendah. Server terletak di ruangan dengan suhu yang dikontrol dengan cermat, sehingga menjamin kinerja optimal setiap saat," jelas dia.

Bagi pengguna StormWall, lanjut Ramil, tidak perlu khawatir akan terjadi delay yang dapat mengganggu operasional normal bisnis. Pelanggan bisa beralih ke jaringan yang lebih terlindungi dan tetap beroperasi seperti biasa, bahkan ketika harus menghadapi beban puncak yang disebabkan oleh serangan DDoS.

Secara historis, Asia Pasifik telah menjadi salah satu kawasan yang paling terpengaruh oleh serangan DDoS. Pada kuartal ketiga tahun 2022, Singapura mengalami lebih banyak serangan DDoS L3/4 daripada wilayah lain di dunia. China adalah negara ketiga yang paling banyak diserang, dan Taiwan juga mengalami aktivitas serangan DDoS yang berat.

Serangan DDoS adalah ancaman yang terus-menerus membayangi bisnis online apa pun. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa sekitar 70 persen organisasi telah menjadi sasaran serangan ini dalam 12 bulan terakhir. Serangan yang berhasil dapat melumpuhkan seluruh infrastruktur internet.

Pelaku serangan DDoS menggunakan kesempatan ini untuk meminta tebusan karena downtime membuat perusahaan kehilangan uang dan, tentu saja, merupakan pukulan berat bagi reputasi bisnis yang menjadi korban. Kemudian tak jarang bisnis tersebut harus menghadapi proses pemulihan (recovery) yang mahal. Hal tersebut bisa menjadi mimpi terburuk bagi sebuah perusahaan. (K. Setia Widodo/*)

Read Next