logo

Vokasi

Di Manjung Tuban, PEM Akamigas Ajak Warga Desa Manfaatkan Tongkol Jagung Jadi Biobriket

Di Manjung Tuban, PEM Akamigas Ajak Warga Desa Manfaatkan Tongkol Jagung Jadi Biobriket
Kegiatan sosialisasi bertajuk “Pemanfaatan Tongkol Jagung sebagai Bahan Dasar Pembuatan Biobriket dengan Cara yang mudah dan Biaya yang kecil” dilaksanakan Tim PKM PEM Akamigas di Balai Desa Manjung, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Kamis (17/11/2022). Dalam sosisalisasi tersebut, Tim PKM PEM Akamigas mengajak warga Desa Manjung untuk mengolah tongkol jagung yang berlimpah di daerah tersebut menjadi biobriket bernilai ekonomi. (EDUWARA/Dok. Humas PEM Akamigas)
Redaksi, Vokasi21 November, 2022 02:57 WIB

Eduwara.com, TUBAN – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas mengajak warga Desa Manjung, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban untuk memanfaatkan tongkol jagung yang berlimpah di daerah tersebut menjadi biobriket bernilai ekonomi.

Ajakan itu disampaikan Tim PKM PEM Akamigas dalam sosialisasi bertajuk “Pemanfaatan Tongkol Jagung sebagai Bahan Dasar Pembuatan Biobriket dengan Cara yang mudah dan Biaya yang kecil” di Balai Desa Manjung, Kamis (17/11/2022).

“Ketahanan briket dari tongkol jagung ini lebih lama dibandingkan kayu bakar biasa. Nilai kalorinya juga lebih tinggi 1,5 kali dari kayu bakar biasa. Jadi bagi pedagang yang memanfaatkan kayu bakar seperti ikan bakar, serabi, sate, dan bakaran lainnya, biobriket dari tongkol jagung ini sangat cocok,” jelas Oksil Venriza, selaku Ketua Tim PKM PEM Akamigas, dalam sosialisasi.

Selain Oksil Venriza, Tim PKM PEM Akamigas ini beranggotakan Andian Ari Istiningrum, Sono, Tri Warcono Adi, Kushariyadi, Yunanik, dan Bambang Sugito. Dalam sosialisasi tersebut, mereka dibantu oleh beberapa mahasiswa Prodi Logistik Migas PEM Akamigas.

Seperti diketahui, Desa Manjung, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, terletak di bagian selatan wilayah Kabupaten Tuban. Di desa yang memiliki luasan sawah 90 Ha dan lahan kering 130 Ha ini terdapat dua dusun, yakni Dusun Krajan dan Dusun Sebogo. Desa Manjung menjadi salah satu penghasil jagung yang cukup tinggi di Kabupaten Tuban. Bahkan dalam setahun, warga Desa Manjung bisa panen jagung, 2-3 kali. 

Dari survei yang dilakukan Tim PKM PEM Akamigas diketahui bahwa selama ini, setelah panen, sebagian besar warga Desa Manjung hanya memanfaatkan tongkol jagung sebagai pakan ternak. Terkadang, tongkol jagung yang berlimpah tersebut hanya menjadi limbah sampah atau dimakan hama.

Menurut Oksil, briket berbahan tongkol jagung telah dilakukan uji ketahanan dan jumlah energi yang dihasilkan. 

“Kalo produksinya banyak, bisa juga dipasarkan atau dijual ke luar desa bahkan nasional hingga internasional. Karena memang biobriket ini memiliki keunggulan lebih dibandingkan kayu bakar biasa. Bayangkan saja, kalo arang biasa perkilonya hanya sekitar Rp 5.000, biobriket ini perkilonya bisa mencapai Rp 25.000. Ketahanan bakar arang biasa hanya 2-3 jam, sedangkan briket bisa sampai 4,5 jam,” papar Oksil.

Kepala Desa Manjung Sri Andayani menyambut baik kegiatan pengenalan “Pemanfaatan Tongkol Jagung sebagai Bahan Dasar Pembuatan Biobriket dengan Cara yang mudah dan Biaya yang kecil” yang dilakukan Tim PKM PEM Akamigasi. 

Harapannya, selain menambah wawasan warga Manjung, pengetahuan ini bisa memberikan peluang usaha baru bagi masyarakat Desa Manjung bahkan bisa berlanjut terbentuknya unit UKM di Desa Manjung. 

Dalam kegiatan sosialisasi kepada warga Desa Manjung, tim PKM PEM Akamigas juga memperagakan pembuatan biobriket dari tongkol jagung.

“Caranya cukup mudah, tongkol jagung yang ada dibakar terlebih dahulu kemudian dicampur dengan tepung kanji, dengan proporsi 70 persen hasil pembakaran tongkol jagung dan 30 persen tepung kanji,” jelas Oksil.

Selain mengurangi sampah, harapan Tim PKM PEM Akamigas, dengan pengetahuan memproduksi biobriket dari tongkol jagung bisa memunculkan ide-ide jenis usaha baru untuk meningkatkan ekonomi warga Desa Manjung, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban. (*)

Read Next