logo

Kampus

Mahasiswa Baru UII Wajib Ikut Pesantrenisasi pada Semester Awal

Mahasiswa Baru UII Wajib Ikut Pesantrenisasi pada Semester Awal
Sebanyak 5.000 mahasiswa baru Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta mengikuti kuliah perdana di kampus setempat. Dalam kesempatan tersebut Rektor UII Fathul Wahid menyampaikan bahwa mahasiswa baru UII diwajibkan mengikuti kegiatan pesantrenisasi yang digelar pada semester awal. (EDUWARA/Dok. UII)
Setyono, Kampus09 Agustus, 2023 21:16 WIB

Eduwara.com, JOGJA – Sebanyak 5.000 mahasiswa baru Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta diwajibkan mengikuti kegiatan pesantrenisasi yang digelar pada semester awal.

Rektor UII Yogyakarta Fathul Wahid mengatakan pesantrenisasi yang nantinya digelar satu sekali dalam sepekan ini bertujuan untuk membiasakan mahasiswa baru untuk menghargai perbedaan.

"Yang berbeda jangan dianggap selalu bertolak belakang dan tidak bisa bersatu. Bisa jadi di kelas Saudara ada kawan yang berasal dari suku lain, negara manca, atau bahkan beragama berbeda,” kata Fathul Wahid, Rabu (9/8/2023).

Melalui pesantrenisasi, semua mahasiswa UII memiliki kesamaan untuk tidak saling menjauh. Keragaman di UII justru harus dirayakan dengan cara saling menghormati secara tulus.

Pesantrenisasi kepada mahasiswa baru ini akan diselenggarakan seminggu sekali pada semester awal kedatangan dan berakhir saat memasuki semester kedua.

Usai mengikuti upacara penyambutan, Rektor Fathul mengatakan mahasiswa baru ini akan segera melaksanakan masa orientasi atau pengenalan di tingkat universitas kemudian menyusul ke fakultas masing-masing.

"Kami pastikan selama masa orientasi dengan pendalaman nilai-nilai UII tidak akan ada perploncoan. Jika nanti terbukti ada perploncoan, kita akan beri sanksi sesuai aturan universitas yang berlaku," ujarnya.

Di hadapan 5.000 mahasiswa baru, Fathul mengatakan masa depan membutuhkan manusia dengan karakteristik berbeda dengan masa kini, apalagi masa lampau.

"Saudara, masa depan tidak memberi tempat untuk mereka yang tidak adaptif. Karenanya, Saudara harus menyiapkan diri menjadi pembelajar cepat. Kembangkan kemampuan menghubungkan, antarkonsep untuk membangun jalinan cerita yang bermakna," tegasnya.

Fathul menambahkan masa depan juga tidak menoleransi respons yang lambat. Mahasiswa UII Yogyakarta dituntut menjadi pembelajar yang cepat dalam pengambilan keputusan yang cekatan dan tangguh.

"Untuk itu, saudara perlu mengasah diri mengenali pola solusi dari beragam kelas masalah," tutupnya.

Read Next