logo

Sekolah Kita

Pekan Depan, SMP Kota Yogyakarta PTM 100 Persen

Pekan Depan, SMP Kota Yogyakarta PTM 100 Persen
Sebanyak 114 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Yogyakarta akan menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen mulai pekan depan atau 24 Januari 2022. Keputusan penerapan PTM 100 persen ini mengutamakan kehati-hatian dan akan terus dievaluasi sejak PTM digelar 3 Januari lalu. (EDUWARA/Setyono)
Setyono, Sekolah Kita19 Januari, 2022 22:21 WIB

Eduwara.com, JOGJA – Sebanyak 114 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Yogyakarta baru akan menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen mulai pekan depan atau 24 Januari 2022. Untuk SMP di Bantul dan seluruh SMA/SMK sudah mulai bertahap sejak 10 Januari lalu.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Yogyakarta Budi Santosa Asrori menjelaskan keputusan penerapan PTM 100 persen ini karena pihaknya mengutamakan kehati-hatian dan terus melaksanakan evaluasi sejak PTM digelar 3 Januari lalu.

Pelaksanaan PTM 100 persen di Kota Yogyakarta lebih lambat dibandingkan imbauan di Surat Edaran (SE) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY tertanggal 31 Desember 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease.

Di SE tertulis PTM 100 persen bisa dimulai bertahap per 10 Januari dengan penerapan prokes dan durasi jam pembelajaran enam jam setiap harinya.

"Saat ini baru 66 persen yang masuk. Rencana Senin depan PTM 100 persen dijalankan untuk seluruh SMP dan siswa kelas 5-6 SD. Prosesnya tidak bisa tiba-tiba," jelasnya, Rabu (19/1/2022).

Selain itu pihaknya juga akan melakukan pengambilan sampling maksimal 10 persen dari jumlah siswa di setiap SMP untuk mencegah penyebaran Covid-19 di sekolah. Ini merupakan program wajib dari pemerintah.

Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya mengatakan hampir seluruh SMA yang berjumlah 220 dan 218 SMK sudah menggelar PTM 100 persen secara bertahap mulai 10 Januari lalu.

"Evaluasi dua minggu awal sangat baik dan kita lanjutkan 100 persen tentunya dengan tetap memperhatikan serta penerapan prokes ketat," tegasnya.

Dari Disdikpora Bantul, Isdarmoko selaku Kepala Dinas mengatakan bahwa sebagian besar SD dan SMP di wilayahnya sudah menyelenggarakan PTM 100 persen sejak 3 Januari lalu.

"Saat itu sebagian dalam masa persiapan. Kemudian pada 10 Januari semua SD dan SMP sudah menerapkan PTM 100 persen dengan pengawasan dari Dinas Kesehatan," jelasnya.

Humas SMPN 6 Kota Yogyakarta, Wijarnaka Bayu Margana mengatakan sebagai persiapan PTM 100 persen pihaknya telah membuat skema saat kepulangan siswa agar tidak bergerombol.

"Saat ini baru 77 persen yang PTM dan sisanya daring. Setiap hari menjelang jam pulang kita mengadakan sholat dhuha bergantian hingga dhuhur. Untuk tiap kelas berbeda. Ini mencegah siswa bergerombol saat pulang," katanya.

Read Next