
Bagikan:

Bagikan:
JOGJA, Eduwara.com – Peneliti muda Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Fahrul Nurkolis, meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas capaian 10 hak paten granted serta 178 publikasi ilmiah terindeks Scopus. Penghargaan tersebut diberikan pada Senin (6/4/2026).
Sepuluh paten yang dikantongi Fahrul merupakan paten sederhana yang telah resmi granted dan mencakup berbagai bidang, mulai dari bioteknologi, pangan fungsional, nutrisi, hingga inovasi biomedis. Capaian ini menunjukkan konsistensi arah riset yang menghubungkan potensi bahan alam dengan kebutuhan kesehatan masyarakat.
“Melalui capaian tersebut, tersimpan deretan inovasi yang telah memasuki tahap lebih lanjut, yakni perlindungan kekayaan intelektual dalam bentuk paten,” ujar Fahrul Nurkolis, dikutip Selasa (7/4/2026).
Dalam salah satu inovasinya, Fahrul mengembangkan metode isolasi polisakarida tersulfat sebagai agen antioksidan. Ia juga memformulasikan ekstrak rumput laut sebagai kandidat obat untuk sindrom kardiometabolik sekaligus suplemen untuk membantu regulasi metabolisme glukosa.
Tak hanya itu, Fahrul turut mengembangkan minuman kombucha dengan formulasi antidiabetes, termasuk yang memanfaatkan limbah ampas kopi sebagai sumber senyawa bioaktif. Inovasi lain berupa tepung fungsional berbasis bayam dan nanas juga dirancang untuk mendukung fungsi kognitif, menandakan fokus riset yang tidak hanya pada terapi, tetapi juga pencegahan penyakit.
Di bidang nutrisi, Fahrul menghasilkan paten berupa konsentrat L-arginine dari belut yang dipadukan dengan tempe sebagai suplemen kesehatan. Inovasi ini menjadi contoh integrasi sumber pangan lokal dengan pendekatan ilmiah modern untuk menghasilkan produk bernilai tambah.
Kesehatan Global
Sementara pada ranah biomedis, Fahrul mengembangkan kandidat obat antidiabetes berbasis peptida serta senyawa baru hasil eksplorasi molekuler. Pendekatan ini menegaskan bahwa riset yang dilakukan tidak berhenti pada formulasi produk, tetapi juga menyentuh penemuan senyawa aktif yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut.
Secara keseluruhan, paten-paten tersebut menunjukkan kecenderungan kuat pada penanganan penyakit metabolik seperti diabetes, gangguan kardiovaskular, dan penurunan fungsi kognitif.
“Tema ini sejalan dengan tantangan kesehatan global yang semakin didominasi oleh penyakit tidak menular,” jelasnya.
Bagi UIN Sunan Kalijaga, capaian ini bukan hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga mencerminkan arah pengembangan riset yang berorientasi pada kebermanfaatan nyata. Lingkungan akademik yang mendorong integrasi antara ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi praktis menjadi ruang tumbuh bagi karya-karya berdampak.
Penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia ini tidak sekadar menegaskan capaian individual, tetapi juga memperlihatkan bagaimana riset dapat berkembang menjadi inovasi konkret. Ketika publikasi bertemu dengan paten, di situlah ilmu pengetahuan menemukan jalannya untuk memberi dampak nyata bagi masyarakat.