logo

Sekolah Kita

974 Sekolah di Bantul Terapkan Kurikulum Merdeka Mandiri Berubah

974 Sekolah di Bantul Terapkan Kurikulum Merdeka Mandiri Berubah
Dipimpin Wabup Bantul Joko B Purnomo, Pemkab Bantul resmi membuka pelaksanaan tahun ajaran baru 2022/2023 dan pengimplementasian Kurikulum Merdeka Belajar pada 974 sekolah, Senin (11/7/2022). (Eduwara/Setyono)
Setyono, Sekolah Kita12 Juli, 2022 11:47 WIB

Eduwara.com, JOGJA – Pada awal tahun ajaran baru 2022/2023, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan sebanyak 974 sekolah siap mengImplementasikan Kurikulum Merdeka (IKM) secara mandiri berubah.

Mulai Senin (11/7/2022) proses pembelajaran tatap muka di seluruh sekolah Bantul dilaksanakan dan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru akan berlangsung sampai Rabu (13/7/2022).

Kepala Disdikpora Bantul Isdarmoko menyatakan keputusan pengimplementasian Kurikulum Mandiri bagi seluruh TK, SD dan SMP di Bantul didasarkan pada keputusan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Riset tentang penerapan IKM secara mandiri.

Pemkab Bantul memilih IKM Merdeka Berubah karena berbeda dari kurikulum sebelumnya [Kurikulum 2013] karena disesuaikan perkembangan zaman, kondisi situasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pengimplementasin IKM ini menjadikan Bantul menjadi kabupaten yang cepat dalam melaksanakan kebijakan pergantian kurikulum. Dulu penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurikulum 2013 yang dulu diluncurkan di Bantul.

Secara keseluruhan, sekolah negeri dinilai siap menerapkan Kurikulum Merdeka Mengajar lengkap. Jadi memang belajar mandiri. Itu digunakan untuk komunitas belajar.

"Semua satuan pendidikan mulai dari TK, kemudian siswa kelas 1-4 dan SMP  7-9 siap melaksanakan Kurikulum Merdeka mandiri berubah. Ada sebanyak 453 satuan pendidikan TK, 400 SD dan 121 SMP," kata Isdarmoko.

Sebagai dukungan pelaksanaan IKM mandiri berubah, para guru menurutnya telah dan terus berlangsung mendapatkan bimbingan teknis atas kebijakan serta struktur kurikulum.

Perihal pembukaan tahun ajaran baru 2022/2023 ini, Isdarmoko menyatakan semua sekolah di Bantul dari jenjang TK sampai SMP akan melaksanakan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Total siswa yang akan mengikuti MPLS selama tiga hari sebanyak 38.719 siswa.

"Terdiri dari 14.115 siswa jenjang TK, 11.923 siswa jenjang sekolah dasar (SD) dan 12.681 siswa jenjang SMP. Adapun materi MPLS yang diberikan adalah kegiatan pembelajaran, kurikulum, pendidikan karakter dan lain-lain," katanya.

Terkait dengan kendala penerapan Kurikulum Merdeka, Kepala Sekolah SDN Putren, Kecamatan Pleret Salimah menyatakan selain kurangan bimbingan mengenai struktur kurikulum dari pusat masih sangat kurang.

"Guru-guru kami telah mendapatkan bimbingan mengenai Kurikulum Merdeka. Khusus guru muda, saya kira tidak akan masalah dalam penerapan. Tapi bagi yang sudah berusia 50 ke atas, masih perlu mendapatkan pemahaman lebih komprehensif dalam pelaksanaan," jelasnya.

Selain itu, kendala yang lain terkait dengan ketersediaan buku ajar Kurikulum Merdeka. Salimah menyatakan pihaknya sudah lama melakukan pemesanan, namun baru data 20 persen dari total pesanan.

Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo saat pembukaan tahun ajaran baru 2022/2023 meminta pengimplementasian Kurikulum Merdeka jangan hanya sekedar seremonial saja. Para guru, pihak sekolah dan wali murid bertanggung jawab untuk memberikan pendampingan pada anak didik.

"Peluncuran ini bukan hanya gagah-gagahan. Kita akan evaluasi tiga bulan, enam bulan. Kita menginginkan penerapan Kurikulum Merdeka ini memberi perubahan signifikan dalam proses belajar mengajar. Anak didik kerasan di sekolah, guru semangat mengajar. Itu yang perubahan yang kita inginkan," kata Joko.

 

Read Next