logo

Sains

Dapat Sebabkan 15 Jenis Kanker, Rokok Harus Lebih Dikendalikan

Dapat Sebabkan 15 Jenis Kanker, Rokok Harus Lebih Dikendalikan
Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Aru Wisaksono Sudoyo (YKI)
Bhakti Hariani, Sains17 Desember, 2021 11:50 WIB

Eduwara.com, JAKARTA - Yayasan Kanker Indonesia (YKI) menyambut baik rencana pemerintah menaikkan cukai rokok yang akan diberlakukan oleh Menteri Keuangan RI per tanggal 1 Januari 2022.

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia Aru Wisaksono Sudoyo mengatakan, kenaikan cukai rokok diharapkan akan menurunkan konsumsi rokok dan mengurangi potensi kejadian kanker baru yang diakibatkan oleh rokok.

“Yayasan Kanker Indonesia menyambut baik dan berterima kasih pada pemerintah RI atas rencananya menaikkan cukai rokok dalam waktu dekat,” ujar Aru dalam siaran pers yang dikirimkan Humas YKI kepada redaksi Eduwara.com, Jumat (17/12/2021).

Dipaparkan Aru, kejadian kanker di Indonesia, menurut data GLOBOCAN pada 2020, terus meningkat dengan 397.000 kejadian baru kanker dan 235.000 kematian akibat kanker. Indonesia berada di peringkat ketiga sebagai negara dengan jumlah perokok tertinggi dengan prevalensi 33,8% atau sekitar 65,7 juta penduduk adalah perokok.

“Rokok ini mengandung karsinogen yang dapat berdampak pada seluruh tubuh dan dapat berakibat pada terjadinya 15 jenis kanker, seperti kanker paru, kanker kandung kemih, leukimia, serviks, kolorektal, kerongkongan, panggul, ginjal, hati, mulut, tenggorokan, pankreas, perut, dan pangkal tenggorokan,” papar Aru.

Menimbang rokok merupakan penyebab kanker yang dapat dicegah, maka pengendalian terhadap rokok perlu dilakukan secara seksama. “Hanya dengan upaya kolaboratif pemerintah, termasuk melalui kenaikan cukai rokok ini, beserta segenap komponen masyarakat, kita bisa turunkan kejadian kanker baru di Indonesia,” ujar Aru.

Lebih lanjut diungkap Aru, kenaikan cukai rokok diharapkan dapat mengurangi konsumsi rokok, meningkatkan penerimaan negara untuk membiayai Jaminan Kesehatan Nasional di masa depan.  “Khususnya untuk penanganan kanker, meningkatkan kesehatan manusia dan komunitas, mengurangi beban penyakit dan kematian akibat kanker, serta manfaat umum lainnya,” kata Aru. 

Read Next