logo

Kampus

Dosen UMS Ajak Warga Desa Baturan Kelola Sampah Rumah Tangga

Dosen UMS Ajak Warga Desa Baturan Kelola Sampah Rumah Tangga
Program Pilah Sampah Nabung Emas oleh dosen UMS dalam rangka Pengabdian Masyarakat Persyarikatan/AUM/ Desa Binaan (P2AD). (EDUWARA/Dok. UMS)
Redaksi, Kampus23 Juli, 2022 01:29 WIB

Eduwara.com, SUKOHARJO – Dosen Universitas Muhammadiyah Solo (UMS) mengajak masyarakat Desa Baturan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar untuk mengelola sampah rumah tangga melalui Program Pilah Sampah Nabung Emas, baru-baru ini. Para warga dilatih cara memilah dan menimbang sampah, serta mengadministrasi ke bank sampah yang dikelola di desa tersebut. 

Kegiatan pengelolaan sampah rumah tangga tersebut dilaksanakan dalam rangka pengabdian masyarakat melalui Pengabdian Masyarakat Persyarikatan/AUM/Desa Binaan (P2AD) yang diselenggarakan oleh UMS.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Ratnasari Dyah Utami, menyampaikan kegiatan tersebut dilatari banyaknya sampah rumah tangga yang tidak dikelola baik sehingga mencemari lingkungan.

“Program ini dilaksanakan secara bertahap, diawali dengan sosialisasi kepada ibu-ibu PKK tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui pengelolaan limbah rumah tangga. Tahap berikutnya dilakukan workshop tentang pengenalan jenis-jenis sampah, cara memilah sampah, dan keuntungan dari investasi emas," papar Ratnasari seperti dilansir Eduwara.com, Jumat (22/7/2022) dari laman resmi UMS.

Selain itu, sambung dia, dilaksanakan workshop administrasi bank sampah bersama remaja untuk menjadi petugas bank sampah. 

Menurut Ratnasari, Pilah Sampah Nabung Emas adalah program yang direncanakan dengan jalan mengedukasi masyarakat Desa Baturan untuk memilah sampah rumah tangga.

Hal tersebut bertujuan agar sampah dapat ditabung dan disetorkan ke bank sampah dan dapat ditukarkan menjadi emas sehingga dapat menjadi investasi dan meningkatkan pendapatan  masyarakat.

“Dalam kegiatan ini sekaligus dilakukan penyerahan perlengkapan yang dibutuhkan untuk membentuk bank sampah. Penyetoran sampah oleh nasabah ke bank sampah dilakukan secara berkala setiap minggu pertama setiap awal bulan," tambah dia.

Ratnasari melanjutkan, kegiatan itu rencananya akan terus dimonitor oleh tim yang terlibat dengan cara membentuk tim khusus yang terdiri dari beberapa remaja dan ibu-ibu sehingga program ini terus berlanjut.

Ia juga menyampaikan program pengabdian tersebut bermanfaat untuk meminimalisir sampah yang dibuang ke tempat sampah sehingga meringankan tugas pengambil sampah, rumah menjadi bersih, menjaga lingkungan, dan meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga dapat mewujudkan desa yang bersih dan sejahtera.

“Selain itu diharapkan para remaja desa menjadi remaja yang tangguh, kreatif, disiplin, dan mempunyai sikap peduli lingkungan,” tegas Ratnasari. (K. Setia Widodo/*)

Read Next