logo

Kampus

Dua Kampus Muhammadiyah di Yogyakarta Hadirkan Prodi Baru

Dua Kampus Muhammadiyah di Yogyakarta Hadirkan Prodi Baru
UMY bersiap membuka Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO). Langkah ini merupakan bagian dari transformasi besar, di mana UMY melakukan perubahan nomenklatur dari Fakultas Pendidikan Bahasa (FPB) menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). (EDUWARA/Dok. UMY)
Setyono, Kampus12 Januari, 2026 23:45 WIB

Eduwara.com, JOGJA – Transformasi pendidikan tinggi di lingkungan Muhammadiyah Yogyakarta menunjukkan progres signifikan pada awal tahun 2026. Dua perguruan tinggi besar, Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), resmi memperkuat basis keilmuan mereka dengan menghadirkan program studi (prodi) baru yang strategis.

UNISA Yogyakarta resmi mengantongi izin pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr). Kehadiran prodi ini sangat prestisius karena tercatat sebagai PPAr ke-25 di Indonesia dan ke-4 di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Izin operasional tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Nomor 1182/B/O/2025.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNISA Yogyakarta, Tika Ainunnisa F, mengatakan pencapaian ini adalah langkah strategis untuk menjawab kebutuhan dunia profesional.

“Terbitnya keputusan ini memperkuat kontribusi UNISA Yogyakarta dalam pengembangan pendidikan profesi dan penyediaan arsitek profesional nasional yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas serta komitmen pada pembangunan berkelanjutan,” kata Tika pada Jumat (9/1/2026).

Kompetensi Akademik

Pada sisi lain, UMY tengah bersiap membuka Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO). Langkah ini merupakan bagian dari transformasi besar, di mana UMY melakukan perubahan nomenklatur dari Fakultas Pendidikan Bahasa (FPB) menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Wakil Rektor Bidang Pendidikan UMY, Zuly Qodir, menjelaskan bahwa pembukaan Prodi PKO dilatarbelakangi oleh masih minimnya perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan kepelatihan olahraga secara formal.

“Perubahan fakultas menjadi FKIP membuka ruang lebih luas bagi UMY untuk menghadirkan prodi kependidikan yang relevan. Saat ini, hanya segelintir kampus seperti UNY yang memiliki prodi ini. Kami ingin menyediakan jalur formal bagi calon pelatih agar memiliki kompetensi akademik dan sertifikasi yang diakui secara profesional,” jelas Zuly.

Inovasi yang dilakukan oleh UNISA dan UMY ini menegaskan komitmen persyarikatan Muhammadiyah dalam mencetak lulusan yang responsif terhadap kebutuhan zaman, sekaligus meningkatkan daya saing global di bidang arsitektur dan olahraga.

Read Next