
Bagikan:

Bagikan:
Eduwara.com, JOGJA - Tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM), melalui Field Research Center (FRC), mengungkapkan kawasan pesisir Bugel, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memiliki kondisi lingkungan yang sangat ideal untuk pengembangan komoditas melon. Berdasarkan temuan tersebut, tim peneliti kini tengah mengembangkan budidaya melon premium menggunakan sistem hidroponik di dalam greenhouse.
Ketua tim peneliti sekaligus Dosen Fakultas Biologi UGM, Putri Rousan Nabila, menjelaskan riset yang telah berjalan sejak 2022 ini tidak hanya fokus pada teknis penanaman, tetapi juga pada hilirisasi produk untuk meningkatkan nilai ekonomi dan mendukung ketahanan pangan.
“Melon dipilih karena memiliki daya tumbuh sangat baik di daerah tropis dengan suhu panas serta intensitas air yang seimbang. Kondisi agroklimat di Kulon Progo, khususnya intensitas cahaya dan suhu lingkungan, sangat cocok untuk komoditas ini,” ujar Putri pada Senin (12/1/2026).
Lokasi penelitian yang strategis --berada di kawasan Bandar Udara Internasional Yogyakarta (YIA)-- dinilai membuka peluang pasar yang luas, baik bagi wisatawan maupun pendatang. Dengan masa simpan sekitar 15 hari, melon hasil produksi FRC UGM ini mampu menjangkau pasar di wilayah Yogyakarta, Sleman, hingga daerah sekitarnya.
Ruang Pembelajaran
Hasil pendampingan kepada kelompok tani menunjukkan peningkatan produktivitas yang signifikan. Dari 1.000 tanaman melon jenis Sweet Net 8 yang ditanam, tingkat keberhasilannya mencapai 85-90 persen.
“Sekitar 599 kilogram buah masuk ke Grade A. Artinya, lebih dari 50 persen hasil panen memenuhi standar kualitas tertinggi,” tambah Putri.
Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, FRC UGM menghadirkan ruang pembelajaran terbuka bertajuk Jogja Open Innovation for Community Enhancement (JOICE). Salah satu implementasinya adalah konsep Open Farm di kawasan greenhouse.
Melalui Open Farm, petani dan masyarakat lokal diajak terlibat langsung dalam proses pertanian modern. Program ini bertujuan agar riset yang dilakukan tidak hanya berhenti di laboratorium atau lahan praktikum, tetapi memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga sekitar.
Ke depan, Putri berharap riset melon di Kulon Progo ini dapat memperkuat kerja sama multi-helix yang melibatkan akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat.
“Kami menargetkan kolaborasi yang lebih intens untuk menjawab masalah riil yang dihadapi petani di lapangan maupun kebutuhan di sektor industri,” pungkasnya.