logo

Sekolah Kita

Tari Dolanan Tradisional Digelar, 60 Siswa dari Empat SD di Desa Bangunjiwo Meramaikan

Tari Dolanan Tradisional Digelar, 60 Siswa dari Empat SD di Desa Bangunjiwo Meramaikan
Sebanyak 60 siswa dari empat SD di Desa Bangunjiwo, Kasihan, Bantul tampil dalam pentas budaya 'Tari Dolanan Tradisional Anak', Rabu (6/7/2022) siang. (EDUWARA/Setyono)
Setyono, Sekolah Kita06 Juli, 2022 20:16 WIB

Eduwara.com, JOGJA – Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar pentas budaya 'Tari Dolanan Tradisional Anak', Rabu (6/7/2022) siang. Sebanyak 60 siswa dari empat SD tampil unjuk kebolehan.

Diselenggarakan di Balai Desa Bangunjiwo, gelaran yang baru pertama kali diselenggarakan untuk anak-anak SD ini menjadi upaya dalam melestarikan berbagai dolanan tradisional di tengah maraknya permainan gawai, terutama pada masa libur sekolah seperti sekarang ini.

"Gelar budaya ini bertujuan melestarikan permainan tradisional anak supaya budaya adiluhung ini tidak hilang. Ini akan menjadi agenda rutin tahunan," ujar Kepala Desa Bangunjiwo Parja saat memberi sambutan.

Desa Bangunjiwo lebih banyak dikenal sebagai desa yang kaya potensi budaya di Bantul. Di desa ini terdapat kerajinan wayang kulit, patung batu, kipas bambu, pisau batik, hingga gerabah yang diproduksi di Kasongan.

Desa ini juga memiliki kelompok pertunjukan seni budaya, seperti ketoprak, jatilan, dan karawitan.

"Pementasan Tari Dolanan Tradisional ini melibatkan peserta dari empat SD negeri yang ada di Desa Bangunjiwo yaitu SDN Bibis, SDN Banyuripan, SDN Bangunjiwo, dan SDN Sambikerep," lanjutnya.

Selain ingin menghidupkan pentas budaya yang melibatkan anak-anak, Pemerintah Desa Bangunjiwo juga menampilkan tari dolanan tradisional bersama geguritan dan lagu macapat yang diiringi permainan gamelan pemuda Karang Taruna.

Pendidikan Karakter

Keterlibatan anak-anak dalam pentas ini, menurut Parja, patut mendapatkan apresiasi mulai dari pihak sekolah, orang tua, hingga Pemda DIY yang mendukung terlaksananya gelaran ini melalui Dana Keistimewaan.

"Tidak hanya menanamkan pendidikan karakter pada anak, gelar budaya ini juga meningkatkan kreativitas anak dan membuat mereka dapat bekerja sama dengan baik," paparnya.

Perwakilan Dinas Kebudayaan DIY, RM Donny Surya Megananda menjelaskan kegiatan ini sebagai perwujudan dari Program Desa Mandiri Budaya. Ini juga sebagai bukti Gubernur DIY memberi perhatian untuk pelestarian budaya terutama pada anak-anak.

Terlebih, menurut Donny, pertunjukan budaya ini disiarkan secara luas melalui media sosial, dengan harapan menjadi tontonan sekaligus tuntunan dan menjadi panduan generasi muda dan pelajar.

"Bukan hanya di Bantul atau Yogyakarta, bahkan juga dunia," katanya.

Salah satu siswa yang tampil, Ilham dari SDN Bibis, sebelum membawakan tari dolanan, ia membawakan sepotong geguritan yang isinya pentingnya menuntut ilmu di sekolah.

Sekolahanku... panggonku golek ilmu

Diwulang dening bapak-ibu guru

Diparingi PR kanggo gladden

Sanajan abot kudu dilakoni

Kareben isuk dadi wong kang aji

Miguna tumprap bangsa lan nagari

Setelah menampilkan puisi, para siswa lantas bermain dolanan tradisional, seperti 

cublak-cublak suweng, ancak-ancak alis, dakon, dan jamuran.

Read Next