logo

Kampus

Tim Mahasiswa UGM Kembangkan Purwarupa Alat Deteksi Keroposan Pohon

Tim Mahasiswa UGM Kembangkan Purwarupa Alat Deteksi Keroposan Pohon
Tim Mahasiswa UGM Kembangkan Purwarupa Alat Deteksi Keroposan Pohon (UGM)
Setyono, Kampus13 September, 2022 15:58 WIB

Eduwara.com, JOGJA - Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengembangkan prototipe atau purwarupa alat pendeteksi kekeroposan pada pohon bernama G-Ber.

Alat ini dikembangkan memanfaatkan teknologi ultrasonografi (USG) yang dilengkapi robot memanjat serta Artificial Intelligence (AI) berbasis Internet of Things (IoT).

Purwarupa ini dikembangkan oleh lima mahasiswa UGM dari berbagai disiplin ilmu. Mereka yaitu Rosyad Fathur Saifuddin dari Prodi Elektronika dan Instrumentasi FMIPA, Muhammad Bagus Hidayatullah Prodi Teknik Elektro Fakultas Teknik Muhammad Idham Novanto dari Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik, Solid Boy Maywenson dari Prodi Fisika, FMIPA, dan Ahmad Zidane Al-Latif dari Prodi  Teknik Sipil Fakultas Teknik.

Mewakili rekan-rekannya, Rosyad memaparkan ide dasar atau alasan timnya menghadirkan alat ini karena adanya keprihatinan banyak kasus pohon tumbang yang tidak sedikit menimbulkan kerugian.

"Maraknya kasus pohon tumbang di tengah-tengah masyarakat yang banyak merugikan warga maka kami ciptakan alat ini," ujarnya, Selasa (13/9/2022).

Melalui pendanaan pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Karsa Cipta (PKM-KC), ide dasar ini kemudian dikembangkan hingga menjadi purwarupa dibawah bimbingan Fahrudin Nugroho dosen FMIPA UGM.

Fathur menerangkan, G-Ber memanfaatkan teknologi pencitraan tomografi untuk mendapatkan citra internal pohon. Data kemudian diproses oleh kecerdasan buatan berupa machine learning dan mengeluarkan klasifikasi pohon, apakah pohon berpotensi akan roboh atau tidak.

Alat ini sendiri dilengkapi dengan remote control guna mempermudah pengguna dalam mengendalikan alat. Proses pengembangan alat, lanjut Fathur, telah memasuki tahapan uji coba.

"Inovasi alat deteksi ini diharapkan mampu mengatasi masalah kerugian materiil dan nonmateriil yang diakibatkan oleh tumbangnya pohon," tambahnya.

Tim akan terus mengembangkan G-Ber dengan menambahkan berbagai fitur-fitur beragam. Pengembangan selanjutnya, mereka berharap G-Ber dapat dikembangkan dengan bantuan pemerintah, sehingga memberikan manfaat kepada masyarakat luas.

"Kedepannya alat ini dapat digunakan oleh pemerintah untuk mendeteksi potensi keruntuhan pohon," pungkasnya.

Read Next