logo

Kampus

UNY Gelar Pelatihan Bahasa Mandarin bagi 100 Kepsek Se-Indonesia

UNY Gelar Pelatihan Bahasa Mandarin bagi 100 Kepsek Se-Indonesia
Tampilan layar pembukaan pelatihan Bahasa Mandarin bagi 100 Kepala Sekolah se-Indonesia di UNY, Senin (15/11). Pelatihan yang digelar daring hingga 3 Desember untuk memperkuat kerjasama Indonesia dan Tiongkok khususnya di bidang people-to-people. ((EDUWARA/Dok. Humas UNY))
Setyono, Kampus16 November, 2021 04:26 WIB

Eduwara.com, JOGJA – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dipercaya menggelar pelatihan Bahasa Mandarin bagi 100 Kepala Sekolah se-Indonesia. Program ini digelar untuk memperkuat kerjasama Indonesia dan Tiongkok khususnya di bidang people-to-people.

Dalam rilis yang diterima Eduwara.com, Senin (15/11), Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama UNY Siswantoyo mengatakan pelatihan  yang digelar secara daring ini berlangsung dari 15 November sampai 3 Desember 2021.

"Pelatihan ini merupakan kerjasama yang digagas oleh Kedutaan Besar RI di Beijing, ASEAN China Centre, dan Beijing Foreign Studies University (BFSU) . Kami mengucapkan terima kasih telah mempercayakan UNY membantu training," kata Siswantoyo.

Kegiatan ini dibimbing oleh dosen profesional dan bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam berbahasa Mandarin.  Ia berharap 100 Kepsek dapat mengikuti pelatihan ini secara penuh.

Hadirnya program ini menjadi bukti keterbukaan UNY untuk berkolaborasi dengan kepala sekolah dan institusi yang mengikuti kegiatan ini pada masa yang akan datang.

"Ke depan akan ada follow-up setelah pelatihan untuk mengembangkan kerangka aktivitas yang baik," tegasnya.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok Djauhari Oratmangun mengatakan kegiatan ini merupakan program yang bagus untuk memperkuat kerjasama Indonesia dan Tiongkok khususnya di bidang people-to-people.

"Hubungan politik, keamanan, ekonomi bisa top and down, tapi bila hubungan people-to-people kuat maka timbal baliknya akan sangat cepat" papar Djauhari.

Menurutnya, hubungan people-to-people di bidang budaya dan pendidikan akan membuat hubungan kedua negara semakin kuat dan berlangsung secara berkelanjutan sekaligus akan berimplikasi di bidang kerjasama ekonomi, politik, keamanan.

Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Ristek, Praptono mengatakan bahwa transformasi sekolah sedang menuju pada sistem pendidikan Indonesia yang concern pada perbaikan kualitas pendidikan terutama pada outcome siswa pada tiga bidang yaitu literasi, numerasi dan pendidikan karakter.

"Kami punya agenda meningkatkan kualitas mengajar yang merupakan salah satu kunci meningkatkan hasil pembelajaran. Indonesia memiliki lebih dari tiga juta guru namun sebagian harus ditingkatkan kompetensinya," ujar Praptono.

Vice President of BFSU SU Dapeng mengucapkan terimakasih pada ASEAN China Centre atas kepercayaannya pada BFSU. "Terimakasih pada pejabat dan pendamping atas dukungannya pada program ini, " katanya.

Kegiatan ini merupakan salah satu program yang menunjukkan perhatian pada bidang pendidikan dan menunjukkan hubungan yang baik dengan lembaga di luar negeri. Harapannya dengan kegiatan ini peserta dapat belajar budaya China, serta belajar dan mengerti pendidikan di China dan dapat lebih memberi kontribusi dalam kerjasama ini. 

Read Next