31 Kampung Baca di Kota Yogyakarta Berkembang Jadi Sentra Edukasi

12 Januari, 2023 22:15 WIB

Penulis:Setyono

Editor:Ida Gautama

12012023-Kampung Baca Yogyakarta.jpg
Berawal dari tujuh kampung baca pada 2020, Disdikpora Kota Yogyakarta dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dinaota Yogyakarta berhasil mengembangkan 31 kampung baca menjadi sentra edukasi masyarakat. (EDUWARA/Dok. Pemkot Kota Jogja)

Eduwara.com, JOGJA – Berawal dari proyek pendirian tujuh kampung baca sebagai pionir Gerakan Literasi pada 2020, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta berhasil mengembangkan 31 kampung baca menjadi sentra edukasi masyarakat.

"Awal proyek kampung baca ini sebagai ujung tombak peningkatan kualitas pendidikan masyarakat Kota Yogyakarta dengan menggalakkan budaya membaca," kata Kepala Bidang Pendidikan Masyarakat dan PAUD Disdikpora Kota Yogyakarta RM Budi Santoso, Kamis (12/1/2023).

Bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Yogyakarta, pemerintah menyediakan berbagai bahan bacaan yang diinginkan oleh masyarakat. Mendapatkan sambutan, keberadaan kampung baca oleh masyarakat sendiri dikembangkan sebagai sarana edukasi.

Artinya, masyarakat tidak lagi sekedar membaca berbagai referensi bermacam-macam buku, tetapi sudah ditindaklanjuti dengan menghasilkan karya.

"Karenanya sejak 2021 kita mengenalkan konsep baru pada kampung baca yaitu program Literasi Terapan (LITA). Dalam pelaksanaannya, LITA dilakukan berdasarkan minat dan potensi yang ada di setiap wilayah," ungkapnya.

Ini agar bertujuan masyarakat di wilayah tersebut bisa mendapatkan manfaat yang lebih luas, tidak hanya dari sisi pengetahuan saja tapi juga pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan.

Melalui program ini, Budi mengatakan penambahan kampung baca semakin diminati masyarakat. Hingga 2022 akhir, tercatat sebanyak 31 kampung baca terbentuk di 45 Kelurahan.

Dari pengamatan pihaknya, setiap kampung baca memiliki bermacam kegiatan yang beragam, seperti kuliner, bercocok tanam, batik, kriya, dan ada juga yang menciptakan produk daur ulang.

Setiap kampung baca ini memiliki pengelola yang merupakan relawan. Pembinaan dan bimbingan teknis dalam mengelola buku bacaan dan penyelenggaraan kegiatan dilakukan secara berkala oleh DPK dan Disdikpora Kota Yogyakarta.

"Fasilitasi rak buku serta buku bacaan didukung pemerintah namun tidak jarang mendapat donasi buku dari pihak swasta bahkan masyarakat. Ini sangat kami apresiasi," katanya.

Secara khusus Budi menyebutkan pihaknya tahun ini menargetkan adanya penambahan kampung baca hingga 36 kampung baca. Bahkan kampung baca ini dinilai memiliki potensi dikembangkan menjadi destinasi wisata edukasi dan pusat industri mikro kecil menengah.