Kampus
03 Juni, 2026 23:31 WIB
Penulis:Setyono
Editor:Ida Gautama

Eduwara.com, JOGJA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) merilis sebanyak 1.121 proposal riset mahasiswa mendapatkan pendanaan pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026.
Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terbanyak yang menerima pendanaan riset. Sedangkan Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) berhasil meloloskan dua proposal pada Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang dipusatkan di Sleman.
Dari laman Sistem Informasi Pembelajaran dan Kemahasiswaan (SIMBELMAWA) Kemdiktisaintek, jumlah proposal penelitian yang diajukan PTN maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Tahun lalu sebanyak 1.590 judul proposal PKM dinyatakan lolos.
Direktur Kemahasiswaan UGM, Hempri Suyatna, mengatakan tahun ini jumlah proposal dari UGM yang lolos pendanaan adalah yang terbanyak, yakni 56 proposal.
“Prestasi tersebut menjadi gerbang pembuka bagi setiap tim yang dinyatakan lolos pendanaan untuk melangkah lebih jauh, berlaga di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 yang akan diselenggarakan di Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, Jawa Tengah, pada awal November mendatang,” kata Hempri dikutip Rabu (3/6/2026).
Dipaparkan Hempri, 56 proposal tersebut terdiri atas beberapa kategori yang meliputi Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) sebanyak 3 proposal, PKM Karsa Cipta (PKM-KC) 14 proposal, PKM Karya Inovatif (PKM-KI) 2 proposal, dan PKM Penerapan Iptek (PKM-PI) 4 proposal.
Kemudian pada kategori PKM Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) 5 proposal, PKM Riset Eksakta (PKM-RE) 14 proposal, PKM Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) 11 proposal dan PKM Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK) 3 proposal.
Berbagai kategori yang berhasil dibidik tersebut berasal dari kolaborasi lintas disiplin yang ditandai dengan sebaran perwakilan dari seluruh fakultas dan sekolah yang ada di UGM.
“Proposal-proposal tersebut turut menggabungkan unsur teknologi, sosial, dan lingkungan, yang diharapkan dapat menjawab dan memberikan solusi untuk berbagai tantangan yang dihadapi oleh masyarakat,” terangnya.
PPK Ormawa
Sementara itu, dua Lembaga Kemahasiswaan (LK) UMBY dipastikan lolos pendanaan PPK Ormawa. Kedua organisasi tersebut adalah Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HIMATA) dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika (HIMATIKA).
Dalam kompetisi tahun ini, HIMATA mengusulkan sub proposal berjudul “Diversifikasi Produk Kelapa Terpadu untuk Penguatan Kewirausahaan Kalurahan Depok Menuju Sentra Ekonomi Kreatif”. Dalam pelaksanaannya, tim HIMATA didampingi oleh dosen Fakultas Ekonomi, Ika Wulandari.
Sedangkan HIMATIKA mengusung judul “KAFE LENTERA (Literasi, Edukasi, dan Wirausaha): Pengembangan Kafe Cerdas Berbasis Edupreneurship di Desa Sidoharjo untuk Keberlanjutan Pembelajaran dan Penguatan Ekonomi”. Tim ini mendapatkan bimbingan dari dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Nafida Hetty M.
Kepala Biro Kemahasiswaan UMBY, Reo Sambodo, mengapresiasi capaian para mahasiswa dan menyatakan LK di kampusnya menunjukkan tren positif dan aktif dalam berbagai kegiatan akademik maupun non akademik, baik di tingkat regional hingga internasional.
“Kami selalu mendukung mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan soft skills maupun hardskills. Keberhasilan ini merupakan salah satu output dari pendampingan intensif yang kami lakukan agar LK UMBY selalu mampu berkiprah di berbagai kompetisi,” katanya.
Reo menambahkan, setiap LK yang lolos akan mendapatkan kucuran dana pemberdayaan sekitar Rp 26 juta hingga Rp 27 juta dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemdiktisaintek, serta tambahan dana pendamping sebesar Rp 5 juta dari UMBY.
Bagikan