Bijak Kelola Sampah Di Sekolah, Tingkatkan PHBS Bagi Siswa Sejak Dini

22 Februari, 2022 23:14 WIB

Penulis:Redaksi

Editor:Riyanta

2202kelola sampah1.png
Direktur Pengurangan Sampah Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir. Sinta Saptarina Soemiarno, M.Sc., dalam webinar Mandiri Kelola Sampah, Cermin Kualitas Karakter Sekolah yang diselenggarakan oleh Direktorat Sekolah Dasar Kemendikbud, Senin (21/2/2022). (Eduwara.com/Dok. Istimewa Youtube Direktorat Sekolah Dasar)

Eduwara.com, JAKARTA—Satuan pendidikan sekolah dasar menjadi elemen terpenting untuk menerapkan perilaku bersih dan sehat sejak dini kepada siswa. Kebersihan dan kesehatan menjadi dambaan bagi penduduk bumi.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Sekolah Dasar, Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd dalam pembukaan webinar Mandiri Kelola Sampah, Cermin Kualitas Karakter Sekolah, Senin (21/2/2022). Webinar itu diselenggarakan oleh Direktorat Sekolah Dasar Kemendikbudristek melalui siaran langsung Youtube.

Menurut dia, dalam Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), satuan pendidikan memiliki tanggung jawab mendidik siswanya dalam penerapan hidup bersih dan sehat. Hal itu dilakukan secara terpadu melalui pelayanan dan pendidikan kesehatan di sekolah.

Upaya pembinaan dan pemeliharaan kesehatan di sekolah dikenal dengan Trias UKS. Kemudian pengelolaan sampah sejalan dengan cabang kegiatannya, yakni Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). "Satuan pendidikan sekolah dasar diharapkan mampu mengajarkan peserta didik menjadi pelopor penanggulangan sampah sejak dini," kata dia.

Sri Wahyuningsih menambahkan, pembiasaan nilai kemandirian dan gotong royong dalam pengelolaan sampah harus menjadi karakter dalam aktivitas anak didik di sekolah maupun rumah masing-masing.

"Mari kita tingkatkan mengedukasi anak-anak kita tentang kebersihan yang sangat didambakan semua penduduk bumi. Sehingga bisa bersama-sama membangun perilaku hidup bersih dan sehat," ujar dia.

Fenomena Sampah

Di sisi lain, Direktur Pengurangan Sampah Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir. Sinta Saptarina Soemiarno, M.Sc., mengatakan fenomena sampah di Indonesia tidak bisa dihindari.

"Fenomena sampah tidak bisa dihindari. Jumlah penduduk terus bertambah dan tidak semua pemerintah daerah dapat melayani pengelolaan sampah dengan baik," kata dia.

Direktur Sekolah Dasar, Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd dalam webinar Mandiri Kelola Sampah, Cermin Kualitas Karakter Sekolah yang diselenggarakan oleh Direktorat Sekolah Dasar Kemendikbud, Senin (21/2/2022). (Eduwara.com/Dok. Istimewa Youtube Direktorat Sekolah Dasar)

 

Selain itu, kepedulian masyarakat akan pengelolaan sampah masih rendah. Kemudian pola masyarakat yang konsumtif menimbulkan semakin banyaknya sampah kemasan.

Sinta mengatakan perilaku 3R (Reduce, Reuse, Recycle) merupakan solusi masalah sampah. Selain menjadi solusi, hal itu mampu menghemat sumber daya alam energi.

"3R bisa menghemat sumber daya alam dan energi. Kemudian memberi ekonomi yang besar, misalnya kemasan bekas minum masih ada nilai yang dibutuhkan sebagai bahan baku. Selain itu bagi lingkungan hidup juga sangat terbantu dalam menjaga keasrian sehingga kesehatan tetap terjaga," jelas dia.

Lebih lanjut, Sinta mengajak seluruh satuan pendidikan untuk bijak mengelola sampah. Ada lima langkah terkait hal itu yakni mengurangi, memilah, guna ulang, daur ulang, dan memanfaatkan bank sampah.

Sinta mencontohkan, dengan daur ulang (komposting) bisa meningkatkan kesuburkan dan memperbaiki struktur serta karakteristik tanah. Kemudian juga bisa menghemat biaya transportasi dan penimbunan limbah, serta mengurangi polusi udara karena pembakaran limbah.

"Mari kita budayakan pilah dan minim sampah mulai dari sekarang, dan mulai dari diri sendiri," pungkas dia. (K. Setia Widodo)